Motivasi Tindakan Penelantaran Tanah (Kasus di Kota Bandar Lampung)

  • Wulandari I
  • Pramono R
N/ACitations
Citations of this article
31Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tanah terlantar menjadi salah satu isu penyimpangan masalah pertanahan di Indonesia. Agar penyimpangan tersebut tidak terjadi, maka perlu tindakan pengendalian pertanahan berupa pemantauan dan evaluasi terhadap penggunaan dan pemanfaatan hak atas tanah. Penyimpangan masalah pertanahan salah satunya terjadi di Kota Bandar Lampung dimana Hak Guna Bangunan yang melanggar penggunaan dan pemanfaatan tanahnya mencapai 23 % dari 133 jumlah bidang Hak Guna Bangunan. Dengan mengambil kasus di Kota Bandar Lampung, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya tanah terlantar dari berbagai stakeholder. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan induktif kualitatif dengan analisis kategorisasi. Data penelitian diperoleh dari pengumpulan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil observasi di lapangan, wawancara dengan stakeholder, dan dokumentasi lapangan, serta data sekunder diperoleh dari studi pustaka dan data dari instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya tanah terlantar oleh pemegang hak diakibatkan 1) Faktor Ekonomi, 2) Faktor Institusi, dan 3) Faktor Sosial-Hukum

Cite

CITATION STYLE

APA

Wulandari, I., & Pramono, R. W. D. (2020). Motivasi Tindakan Penelantaran Tanah (Kasus di Kota Bandar Lampung). JURNAL ARSITEKTUR, 10(2), 69. https://doi.org/10.36448/jaubl.v10i2.1431

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free