Keberagamaan Hijrah: Kebutuhan Ekonomi, Sosial Kultural, dan Eksistensi di Kalangan Selebritas

  • Agustin Y
  • Nurcahyo W
  • Novida I
N/ACitations
Citations of this article
19Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Hijrah tidak selalu membawa dampak positif, tetapi terkadang memberikan dampak negatif dalam pandangan orang lain. Hal ini terjadi karena pelaku hijrah tidak semuanya berubah atas dasar keinginannya dari dalam hati dan dengan tekun mempelajari agama Islam dengan baik. Pelbagai motif melatarbelakangi munculnya hijrah di Indonesia, seperti: ekonomi, sosial kultural, dan eksistensi. Dari tiga aspek ini, kebutuhan hijrah menjadi suatu bantuk yang diikuti, tetapi tidak diresapi sebagai suatu bentuk perubahan yang harus terimaji di dalam hati. Tujuan penulisan artikel ini untuk mengkaji fenomena hijrah di kalangan selebritas dengan menggunakan teori Teun A. van Dijk: kognisi, konteks sosial, dan teks. Melalui teori ini, peneliti dapat menelaah pelbagai fenomenan di masyarakat terkait hijrah yang sedang ramai diperbincangkan generasi milenial. Metode dalam penelitian ini merupakan analisis isi. Sumber data didapatkan dari media sosial dan media lainnya yang memuat fenomena hijrah di kalangan selebritas. Hasilnya didapatkan bahwa hijrah tidak sekadar ingin berubah dari hati, tetapi ada motif ekonomi yang harus terpenuhi. Selain itu, hijrah juga diikuti berdasarkan sosial kultural masyarakat Indonesia yang mengikuti pergerakan yang besar. Tujuannya agar tetap eksis di dunia hiburan tanah air dengan segala macam polemiknya.

Cite

CITATION STYLE

APA

Agustin, Y., Nurcahyo, W., & Novida, I. (2023). Keberagamaan Hijrah: Kebutuhan Ekonomi, Sosial Kultural, dan Eksistensi di Kalangan Selebritas. MAARIF, 17(2), 140–154. https://doi.org/10.47651/mrf.v17i2.199

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free