Abstract
Latar Belakang: Pseudomonas aeruginosa merupakan salah satu patogen penyebab infeksi utama di rumah sakit. Bakteri ini memiliki kemampuan adaptasi yang sangat baik sehingga mampu menggunakan berbagai macam substrat untuk menunjang pertumbuhannya dan hidup di lingkungan dengan kandungan nutrisi rendah seperti alat bantu pernafasan, sabun, bak cuci piring, kain pembersih lantai, kolam hidroterapi, dan bahkan antiseptik. P. aeruginosa adalah bersifat oportunis dan dapat menyebabkan infeksi pada pasien dengan penurunan daya tahan tubuh seperti neutropenia, luka bakar berat, dan fibrosis kistik. Bakteri ini bersifat multi-resiten obat sehingga penanganan infeksi yang disebabkan olehnya sangat sulit dilakukan. Berbagai studi menunjukkan bahwa infeksi yang disebabkan oleh P. Aeruginosa resisten obat akan meningkatkan angka morbiditas, mortalitas, lama rawat, dan biaya perawatan secara signifikan. Ringkasan: Resistensi P. aeruginosa terhadap antibiotik dapat terjadi secara alami (intrinsik), didapat (acquired resistance), dan adaptif. Resistensi intrinsik terdiri dari penurunan permeabilitas membran luar, sistem pompa (efflux pump), dan enzim AmpC. Resistensi didapat terdiri dari enzim beta-laktamase, enzim perusak-aminoglikosida (Aminoglycoside-Modyfing Enzymes), dan modifikasi target antibiotik. Sementara resistensi adaptif terjadi apabila bakteri terpajan konsentrasi antibiotik non-letal lalu mengalami peningkatan ekspresi (up-regulation) gen yang menyebabkan kepekaan terhadap antibiotik tersebut menjadi berkurang. Pesan Kunci: Memahami berbagai mekanisme resistensi P. aeruginosa terhadap antibiotik sangat penting agar terapi antibiotik yang diberikan kepada pasien tepat dan rasional.
Cite
CITATION STYLE
Robertus, T. (2024). MEKANISME RESISTENSI PSEUDOMONAS AERUGINOSA TERHADAP ANTIBIOTIK. JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI, 214–221. https://doi.org/10.25105/pdk.v9i1.18185
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.