Abstract
Proses penjemuran gabah bertujuan untuk mengeringkan gabah di bawah sinar matahari secara langsung tanpa perantara (terbuka). Pengeringan dengan cara ini menjadi pilihan umumnya petani karena menguntungkan secara ekonomi malaupun memiliki kekurangan terkait dengan penyusutan karena kehilangan selama proses penjemuran. Pada cuaca terik, proses pengeringan padi sampai pada tingkat GKP diperlukan waktu 2 – 3 hari. Penelitian ini ditujukan untuk mengoptimasi proses penjemuran dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi yaitu, media alas hamparan gabah (media jemur), tebal hamparan gabah dan frekuensi pembalikan. Penelitian dilakukan melalui sejumlah eksperimen dengan menggunakan desain eksperimen metode Taguchi L9 (33). Dari hasil perhitungan efek mean dan SNR diketahui bahwa frekuensi pembalikan menempati urutan ke-1, diikuti media jemur dan tebal gabah secara berturut-turut, pengaruhnya terhadap penyusutan kadar air, dan untuk mendapatkan proses penjemuran yang optimal, frekuensi pembalikan sebanyak 4 kali, kombinasi terpal talang dan terpal plastik sebagai media jemur, dan tebal gabah adalah 2 cm. Analisis varians mengungkapkan bahwa ke-3 faktor tidak siginifikan pengaruhnya terhadap penyusutan kadar air dengan kontribusi sebesar 77,17%.
Cite
CITATION STYLE
Fatah, K. M. A., & Wisnaningsih, W. (2020). OPTIMASI PARAMETER PROSES PENJEMURAN GABAH DENGAN MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI. Prosiding Seminar Nasional Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 123–132. https://doi.org/10.24967/psn.v1i1.815
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.