ANALISIS PERUBAHAN LUASAN TERUMBU KARANG MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT 8 DI PULAU MATAHORA, WAKATOBI

  • Chairunnisa A
  • Cahyani E
  • Maulida V
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
43Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Indonesia merupakan sebuah negara maritim yang dianugerahi keanekaragaman dan kekayaan alam yang beragam dan indah, sehingga Indonesia dijuluki sebagai marine mega biodiversity. Terumbu karang sebagai salah satu dari keanekaragaman hayati yang berada di perairan Indonesia merupakan salah satu ekosistem pesisir yang mempunyai peran penting dalam sektor perikanan dan kelautan. Pulau Matahora merupakan salah satu pulau yang terletak pada bagian Timur Pulau Wanci, Kecamatan Wangi-wangi selatan, Kabupaten Wakatobi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis habitat dan perubahan luasan terumbu karang menggunakan algoritma Lyzenga dan unsupervised classification untuk memetakan dan mengidentifikasi objek perairan laut dangkal di pulau matahora, kabupaten Wakatobi dengan memanfaatkan pengindraan jarak jauh dalam rentang waktu yaitu Tahun 2015, 2018, hingga Tahun 2021. Nilai hasil uji akurasi yang diperoleh dari ketiga tahun tersebut berada diantara 90-99%. Berdasarkan nilai akurasi tersebut maka dapat dikategorikan sebagai almost perfect agreement pada kesesuaian akurasi kappa. Hasil identifikasi yang dilakukan menggunakan algoritma Lyzenga dan unsupervised classification pada Pulau Matahora, Kabupaten Wakatobi diperoleh 5 kelas yaitu laut dalam, terumbu karang hidup, karang mati, lamun, dan pasir.

Cite

CITATION STYLE

APA

Chairunnisa, A., Cahyani, E. P., Maulida, V., Lestari, D. A., & Ahmad, T. E. (2022). ANALISIS PERUBAHAN LUASAN TERUMBU KARANG MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT 8 DI PULAU MATAHORA, WAKATOBI. Jurnal Teknologi Perikanan Dan Kelautan, 13(1), 103–110. https://doi.org/10.24319/jtpk.13.103-110

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free