Abstract
Menurut Kementerian Kesehatan RI tahun 2010, jumlah anak tunarungu di SLB seluruh Indonesia berjumlah 5.610 orang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan hasil gambaran kebersihan gigi dan mulut pada anak tunarungu di Sekolah Luar Biasa di Kabupaten Bandung, Manado dan Magelang. Metode penelitian yang digunakan merupakan penelitian deskriptif dengan studi literatur yaitu pengambilan data yang dikumpulkan, dipilih, dicari, disajikan dan dianalisis. Hasil kajian literatur menurut penelitian di SLBG Kabupaten Bandung menyatakan kriteria OHI-S anak tunarungu terdapat kriteria OHI-S sedang dan buruk. Hasil penelitian di SLB Manado menyatakan bahwa OHI-S anak tunarungu terdapat kriteria baik dan sedang. Sedangkan hasil penelitian di SLB Magelang menyatakan bahwa OHI-S anak tunarungu terdapat kriteria baik dan sedang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa keberagaman OHI-S pada anak tunarungu di SLB tidak lepas dari berbagai faktor yang memengaruhinya seperti kondisi ketunaannya, serta peran caregiver/helper/orang tua.
Cite
CITATION STYLE
Suci Febyola, M., Hiranya Putri, M., Hendriani Praptiwi, Y., & Sirait, T. (2021). KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK TUNARUNGU DI SLB KABUPATEN BANDUNG, MANADO, MAGELANG (STUDI LITERATUR). Jurnal Kesehatan Siliwangi, 2(1), 320–330. https://doi.org/10.34011/jks.v2i1.679
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.