Perbandingan Membaca Dan Menyimak Terhadap Kemampuan Working Memory Pada Gangguan Demensia Di Surakarta

  • Mafilahijra S
  • Putra S
  • Sudarman S
N/ACitations
Citations of this article
10Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Demensia merupakan gangguan kompleks dengan gejala utamanya yaitu penurunan area fungsi kognitif, salah satunya working memory. Working memory berperan dalam kognitif-linguistik sehingga apabila kemampuan bahasa mengalami penurunan, maka keterampilan bahasa juga terganggu untuk itu perlu ditingkatkan dengan kegiatan seperti membaca dan menyimak. Tujuan penelitian ini adalah melihat adanya perbandingan dari membaca dan mendengar terhadap kemampuan working memory pada penderita gangguan demensia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel didapat berjumlah 12 orang berdasarkan rumus slovin dan teknik sampling menggunakan cluster random sampling. Pengambilan data berlangsung 10 hari, sekitar bulan Oktober-November. Skrining demensia menggunakan formulir MMSE, working memory menggunakan formulir Pemeriksaan Memori Angka, membaca dan menyimak menggunakan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitas. Hasil analisis bivariat menggunakan Regresi Linier Berganda dengan uji Coefficient memperoleh nilai p = 0,381 dan p = 0,708 dan analisis multivariat dengan uji ANOVA memperoleh nilai p = 0,653 yang berarti tidak ada hasis analisis dari perbandingan membaca dan menyimak terhadap kemampuan working memory pada gangguan demensia. Kesimpulannya tidak ada perbandingan membaca dan menyimak terhadap kemampuan working memory pada gangguan demensia di Surakarta.Dementia is a complex disorder with the main symptom being a decline in areas of cognitive function, one of which is working memory. Working memory plays a role in cognitive-linguistic. If language ability decreases, then language skills are also disturbed, so it needs to be improved with activities such as reading and listening. The aim of this study was to compare reading and listening skills to working memory in people with dementia. This study employs a quantitative method with a cross-sectional design. The sample obtained amounted to 12 people based on the Slovin formula and the sampling technique using cluster random sampling. Data collection lasted 10 days, around October-November. Dementia screening using the MMSE form, working memory using the Numerical Memory Check form, reading and listening using a questionnaire that has been tested for validity and reliability. The results of bivariate analysis using multiple linear regression with a coefficient obtained a value of p = 0.381 and p = 0.708, and multivariate analysis with ANOVA obtained a value of p = 0.653, indicating that no analysis of the comparison of reading and listening to working memory ability in dementia disorders was conducted. In conclusion, there is no comparison between reading and listening and working memory ability in dementia disorders in Surakarta.

Cite

CITATION STYLE

APA

Mafilahijra, S., Putra, S. P., & Sudarman, S. (2025). Perbandingan Membaca Dan Menyimak Terhadap Kemampuan Working Memory Pada Gangguan Demensia Di Surakarta. Jurnal Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health), 11(1), 45–53. https://doi.org/10.25311/keskom.vol11.iss1.2161

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free