Pematangan Gonad Calon Induk Ikan Selincah (Belontia hasselti Cuvier, 1831) dengan Tingkat Kepadatan Berbeda di Embung Sriwijaya

  • Yonarta D
  • Tanbiyaskur T
  • Syaifudin M
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
48Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Domestikasi terhadap ikan selincah (Belontia hasselti Cuvier, 1831) selama ini masih belum dilakukan, keberadaannya di alam semakin lama semakin berkurang. Hal ini menyebabkan dometikasi terhadap ikan selincah sangat penting untuk dilakukan, sehingga dapat menjaga kelestarian dan memenuhi permintaan pasar terhadap ikan tersebut. Padat tebar merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan tingkat kematangan gonad. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui padat tebar terbaik dalam pematangan induk ikan selincah. Penelitian ini dilakukan di Embung Sriwijaya, Labobatorium Budidaya Perairan dan Kolam Percobaan Jurusan Perikanan Unsri. Ikan uji yang digunakan di dapat dari hasil tangkapan nelayan di daerah rawa di Sungai Belida Desa Gumai. Hasil penelitian pemeliharaan ikan selincah dengan padat tebar yang berbeda pada perlakuan P2 dengan kepadatan 30 ekor/m3 berpengaruh nyata terhadap indeks kematangan gonad jantan sebesar 1,11±1,63% dan betina sebesar 13,91±17,06%, indeks gonad jantan sebesar 7,98±10,53 dan betina 81,63±107,54, fekunditas sebesar 4174±4884 butir dan diamater telur sebesar 40,34±45,97 µm. Sedangkan tingkat kematangan gonad ikan lebih cepat terutama pada ikan selincah (B. hasselti Cuvier, 1831) betina pada TKG IV.

Cite

CITATION STYLE

APA

Yonarta, D., Tanbiyaskur, T., Syaifudin, M., Sari, D. I., & Sanjaya, R. (2023). Pematangan Gonad Calon Induk Ikan Selincah (Belontia hasselti Cuvier, 1831) dengan Tingkat Kepadatan Berbeda di Embung Sriwijaya. Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik, 7(1), 23–32. https://doi.org/10.46252/jsai-fpik-unipa.2023.vol.7.no.1.278

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free