ANALISIS KANDUNGAN VITAMIN C DAN β- KAROTEN DALAM DAUN KELOR (Moringa oleifra Lam.) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV–VIS

  • Tahir M
  • Hikmah N
  • Rahmawati R
N/ACitations
Citations of this article
443Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

This research aimed to analyze the levels of vitamin C and β-carotene in Moringa leaves extract (Moringa oleifera Lam.) using UV-Vis spectrophotometry. Vitamin C on Moringa leaves are extracted with ethanol 96%. The extracts obtained was qualitatively analyzed of levels of vitamin C using specific reagents an iodine 1% and ammonium molybdate 5%. Than quantitatively using UV-Vis spectrophotometry at wavelength of 570 nm, obtained an verage grade of 7,96 mg/g. For β-carotene, Moringa leaves were extracted with acetone. The extract obtained was extracted again with ether, then saponified with KHO solvent 15% w/v in methanol, allowed to stand overnight. The extract obtained was extracted again with ether, then freed from wet with distilled water. Extracts were analyzed qualitatively using thin layer chromatography and quantitatively using UV-Vis spectrophotometry at wavelength of 450 nm and obtained an average grade of 3,31 mg/g. Keyword : Moringa oleifera Lam., UV-Vis spectrophotometry, Vitamin C and β-carotene I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang sangat berlimpah baik yang berasal dari hewan maupun dari tanaman yang dapat dijadikan sebagai sumber makanan ataupun obat-obatan. Salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan dan obat -obatan adalah kelor (Moringa oleifera Lam.). Menurut Krisnadi, (2013), kelor merupakan tanaman yang kaya nutrisi karena mengandung banyak vitamin, mineral, anti-oksidan, dan asam amino esensial. Di dunia Internasional, budidaya daun kelor merupakan suatu program yang sedang digalakan. Terdapat beberapa istilah untuk pohon kelor, diantaranya The Miracle Tree, Tree for Life, dan Amazing Tree.Istilah tersebut muncul karena semua bagian pohon kelor dapat dimanfaatkan mulai dari daun, buah, biji, bunga, kulit batang, hingga akar. (Simbolan dkk., 2008). Senyawa kimia yang terkandung dalam daun kelor diantaranya adalah protein, β-Karoten, vitamin C, mineral terutama zat besi dan kalsium. Menurut Fuglie (2001), di Afrika dan Asia ibu menyusui dan anak pada masa pertumbuhan direkomendasikan mengkonsumsi daun kelor karena sangat kaya akan zat gizi. Penelitian menunjukkan bahwa makanan yang mengandung antioksidan (vitamin C dan β-Karoten) dapat mencegah penyakit diabetes melitus (Arifin, dkk., 2007 dan Widowati, 2008). β-Karoten dapat mencegah penyakit rabun senja, penyakit kanker terutama kanker paru-paru (Mayne, 1996 dan Englberger, dkk.,2008). Vitamin C dapat mencegah terjadinya berbagai penyakit kanker, mencegah terjadinya skorbut dan atherosclerosis (Poedjadi, 2005 dan Walingo ,2005). Menurut Rizka dkk. (2005), hasil penapisan fitokimia daun kelor (Moringa olefera Lam.) menunjukkan adanya senyawa alkaloid dan steroid/triterpenoid. Berdasarkan hasil pengamatan dengan spektrofotometri UV-Vis diduga terdapat senyawa karotenoid yang mempuyai ikatan eter serta gugus karbonil dan alkil serta turunan karotenoid yang gugus fungsinya belum dapat ditentukan. Oleh karena itu diadakan penelitian ini untuk mengetahui kandungan vitamin C dan β-karoten dalam daun kelor (Moringa Oleifra Lam.) dengan metode spektrofotometri UV–Vis.

Cite

CITATION STYLE

APA

Tahir, M., Hikmah, N., & Rahmawati, R. (2016). ANALISIS KANDUNGAN VITAMIN C DAN β- KAROTEN DALAM DAUN KELOR (Moringa oleifra Lam.) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV–VIS. Jurnal Fitofarmaka Indonesia, 3(1), 135–140. https://doi.org/10.33096/jffi.v3i1.173

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free