Abstract
Tanaman Bangkal (Nauclea subdita (Korth.) Steud.) merupakan salah satu jenis tanaman yangdimanfaatkan sebagai bahan aktif kosmetik oleh masyarakat lokal di Kalimantan Selatan. Kandunganantioksidan pada kulit kayu bangkal tersebar dari bagian atas, tengah, dan bawah batang, dengankonsentrasi tertinggi pada bagian atas. Ekstrak kulit kayu bangkal juga memiliki kemampuan sebagai tabirsurya. Penelitian ini bertujuan membuat formulasi clay mask dari ekstrak kulit kayu bangkal sebagai bahanaktif yang memiliki aktivitas tabir surya serta kaolin dan bentonit sebagai basis clay. Formulasi meliputi claymask tanpa bahan aktif sebagai kontrol (F0) dan clay mask yang mengandung berbagai konsentrasi ekstrakkulit kayu bangkal (F1:0,1%, F2:1% dan F3:10%), Formulasi selanjutnya dilakukan evaluasi mutu fisik(organoleptik, homogenitas dan pH) dan uji potensi tabir surya secara In Vitro menggunakanSpektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian membuktikan bahwa ekstrak kulit kayu bangkal dapat diformulasikan menjadi clay mask yang memenuhi persyaratan mutu fisik sediaan. Clay mask juga terbuktimemiliki potensi tabir surya pada F2 dan F3, masing-masing memiliki potensi tabir surya sebesar 2,664(proteksi minimal) dan 3,682 (proteksi minimal).
Cite
CITATION STYLE
Sa’adah, H., Nor Latifah, Savitri Kamariah, & Elma Nazirah. (2023). PENENTUAN NILAI SPF PADA SEDIAAN CLAY MASK EKSTRAK KULIT KAYU BANGKAL SEBAGAI TABIR SURYA. JCPS (Journal of Current Pharmaceutical Sciences), 7(1), 657–663. https://doi.org/10.35747/jcps.v7i1.1388
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.