Pemberian Patulin Menyebabkan Kerusakan Struktur dan Ultra Struktur Hepatosit Mencit

  • Hastuti U
N/ACitations
Citations of this article
7Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Patulin ialah sejenis mikotoksin yang terutama dihasilkan oleh kapang Aspergillus clavatus dan dapat mengkontaminasi beberapa macam biji-bijian, seperti: kacang tanah, kedelai, merica, terutama biji-biji yang telah mengalami kerusakan dan bersifat nephrotoksik maupun hepatotoksik. Penelitian eksperimental ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh patulin dalam berbagai dosis terhadap kerusakan struktural dan ultra struktural hepatosit mencit dengan menggunakan 24 ekor mencit (Mus musculus) jantan var. BALB-C umur 3 bulan. Mencit kelompok eksperimen diberi patulin per oral dengan 3 macam dosis, terdiri dari dosis 1, yaitu: 1mg/kg BB; dosis 2, yaitu: 1,75mg/kg BB; dosis 3, yaitu: 2,5mg/kg BB. Kerusakan struktur hepatosit diperiksa pada zona-zona centrilobular, midzonal, dan perifer. Kerusakan struktur hepatosit diperiksa secara histopatologi dan kerusakan ultra struktur diperiksa dengan Transmission Electron Microscope (TEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) patulin dapat menyebabkan kerusakan struktur maupun ultra struktur hepatosit mencit; 2) ada pengaruh perbedaan dosis patulin terhadap tingkat kerusakan struktur hepatosit mencit; makin tinggi dosis patulin, makin tinggi tingkat kerusakan yang diakibatkannya;  3) dosis patulin ke III (2,5mg/kg BB) merupakan dosis tertinggi yang menyebabkan kerusakan struktur hepatosit mencit; 4) ada perbedaan pengaruh patulin terhadap kerusakan struktur hepatosit pada ketiga zona lobulus hepar mencit; 5) zona lubulus hepar mencit yang  mengalami kerusakan struktur hepatosit tertinggi ialah zona perifer.Kata Kunci: Dosis patulin, kerusakan struktur hepatosit, kerusakan ultra struktur hepatosit, zona-zona lobulus hepar

Cite

CITATION STYLE

APA

Hastuti, U. S. (2014). Pemberian Patulin Menyebabkan Kerusakan Struktur dan Ultra Struktur Hepatosit Mencit. Jurnal Kedokteran Brawijaya, 28(2), 101–106. https://doi.org/10.21776/ub.jkb.2014.028.02.8

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free