Demistifikasi Seksualitas Melalui Model Pendidikan Seksual, Peran Bystander dan Media: Suatu Tantangan Gender dan Pembangunan

  • Wahyuni S
  • Nurbayani S
  • Komariah S
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
44Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menggali bagaimana model realitas pendidikan seksual yang dilaksanakan di kampus. Model-model pendidikan seksual tersebut sebagai Upaya demistifikasi seksual dengan jalan melawan tabu yang berkaitan dengan seks. Metode yang digunakan dalam penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Peneliti melakukan wawancara dengan tiga Satgas PPKS di perguruan tinggi. Hasil penelitian mengungkap (1) Satgas PPKS memanfaatkan media digital untuk menyebarkan informasi mengenai penyadaran kekerasan seksual; (2) Pemahaman bystander behaviour terus digencarkan pada civitas pendidikan sebagai upaya preventif kekerasan seksual melalui model pendidikan seksual; (3) Model ideal Satgas PPKS dalam penanganan kekerasan seksual yang menunjukan keberpihakan pada korban. Demistifikasi seksual menjadi suatu tantangan sebagai upaya pengarusutamaan gender dalam pembangunan utamanya ketika perempuan masih mengalami reviktimisasi dalam kasus kekekerasan seksual, alih-alih mendapatkan keadilan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Wahyuni, S., Nurbayani, S., Komariah, S., & Rahayu, T. (2023). Demistifikasi Seksualitas Melalui Model Pendidikan Seksual, Peran Bystander dan Media: Suatu Tantangan Gender dan Pembangunan. SOSIETAS, 13(2), 189–198. https://doi.org/10.17509/sosietas.v13i2.65234

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free