POLA TATA RUANG PERUMAHAN DAN PERKEMBANGANNYA DITINJAU DARI KEARIFAN LOKAL DESA CIKOANG

  • M. A
  • Arifin M
  • Resky N
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
28Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Desa adat merupakan sebuah permukiman tradisional yang memiliki tradisi yang masih dipertahankan sampai saat ini seperti Maudu Lompoa, yang dilakukan setahun sekali dan dijadikan sebagai wisata budaya di Sulawesi Selatan. Hal tersebut mendorong pertumbuhan permukiman di sekitar ruang kegiatan budaya yang dapat menurunkan daya dukung kawasan perumahan. Oleh sebab itu, perlu mengidentifikasi karakteristik fisik pola tata ruang perumahan dan perkembangannya ditinjau dari kearifan lokal. Adapun teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi, studi pustaka, penyebaran kuesioner dan pendataan instansional. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif, komparatif, spasial dan grid index. Hasil penelitian menunjukkan perkembangan perumahan mengikuti ruang yang tersedia di sekitar ruang kegiatan budaya. Pemakaian ruang kegiatan budaya yang tetap. Pola perumahan terikat dengan ruang kegiatan budaya.

Cite

CITATION STYLE

APA

M., A. T., Arifin, M., Resky, N. D., & Dollah, A. S. (2019). POLA TATA RUANG PERUMAHAN DAN PERKEMBANGANNYA DITINJAU DARI KEARIFAN LOKAL DESA CIKOANG. Jurnal Linears, 1(2), 47–55. https://doi.org/10.26618/j-linears.v1i2.1808

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free