Kaedah Bahasa Dalam Menafsirkan Al-Qur’an

  • Fitri Nurpita
  • Alwizar A
  • Kadar K
N/ACitations
Citations of this article
72Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Artikel ini membahas kaidah-kaidah kebahasaan yang menjadi dasar penting dalam menafsirkan Al-Qur’an. Mengingat Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab, maka penguasaan terhadap struktur dan kaidah kebahasaan Arab menjadi keharusan bagi seorang mufassir. Artikel ini menggunakan metode kajian Pustaka, data penelitian dikumpulkan dari berbagai sumber termasuk Al-Qur’an, buku, jurnal ilmiah, dan publikasi relevan lainnya. Dalam tulisan ini, dibahas beberapa aspek utama kebahasaan seperti penggunaan isim dhamir (kata ganti), nakirah dan ma’rifah, bentuk pengulangan kata, kaidah soal-jawab, dan jumlah syartiyah (kalimat bersyarat). Setiap kaedah dijelaskan dengan contoh ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan dan dilengkapi dengan penjelasan fungsi serta makna kontekstualnya. Tujuan dari pembahasan ini adalah untuk menegaskan bahwa pemahaman yang benar terhadap kaedah bahasa sangat membantu dalam mengungkap pesan ilahi secara utuh dan menghindarkan dari penafsiran yang menyimpang. Dengan demikian, kaidah kebahasaan menjadi instrumen penting dalam menjaga kemurnian makna Al-Qur’an sebagai sumber utama ajaran Islam.

Cite

CITATION STYLE

APA

Fitri Nurpita, Alwizar, A., & Kadar, K. (2025). Kaedah Bahasa Dalam Menafsirkan Al-Qur’an. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 4(5), 7056–7066. https://doi.org/10.56799/peshum.v4i5.10073

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free