Abstract
Keberagaman sifat fisik dan kimia lapisan bawah permukaan bumi menjadikan informasi geoteknik sangat penting dalam tahap awal perencanaan konstruksi, khususnya untuk pekerjaan bawah tanah seperti jalur perpipaan. Ketidakhomogenan kondisi tanah dapat menimbulkan risiko teknis jika tidak diantisipasi secara tepat. Metode geolistrik resistivitas merupakan salah satu teknik investigasi non-destruktif yang mampu memberikan gambaran distribusi resistivitas bawah permukaan, sehingga membantu mengidentifikasi karakteristik geologi dan struktur tanah secara efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan metode geolistrik resistivitas dalam mengidentifikasi kondisi tanah sebagai dasar pertimbangan teknis perencanaan jalur perpipaan bawah tanah di Kota Semarang, Jawa Tengah. Survei dilakukan pada 24 titik lintasan (GL 01–GL 24) dengan pendekatan kuantitatif dan metode eksperimen lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran langsung menggunakan konfigurasi elektroda tertentu untuk memperoleh nilai resistivitas pada setiap titik pengamatan. Hasil interpretasi data menunjukkan variasi nilai resistivitas yang mencerminkan perbedaan jenis material bawah permukaan seperti lapisan lempung, pasir, dan batuan keras. Temuan ini digunakan untuk menilai tingkat kesulitan penggalian, potensi kelongsoran, dan kemungkinan keberadaan air tanah di sepanjang jalur pipa yang direncanakan. Dengan demikian, penggunaan metode geolistrik resistivitas terbukti dapat memberikan informasi spasial yang mendalam dan mendukung perencanaan konstruksi perpipaan bawah tanah secara lebih aman dan efisien.The diversity of physical and chemical properties of subsurface layers makes geotechnical information essential in the early stages of construction planning, particularly for underground works such as pipeline routes. The heterogeneity of soil conditions can pose technical risks if not properly anticipated. The resistivity geoelectrical method is a non-destructive investigation technique that provides a depiction of subsurface resistivity distribution, helping to effectively and efficiently identify geological characteristics and soil structure. This study aims to examine the application of the resistivity geoelectrical method in identifying soil conditions as a technical basis for planning underground pipeline routes in Semarang City, Central Java. The survey was conducted at 24 observation points (GL 01–GL 24) using a quantitative approach and field experiment method. Data collection was carried out through direct measurements using specific electrode configurations to obtain resistivity values at each observation point. The interpretation results show variations in resistivity values that reflect differences in subsurface materials, such as clay, sand, and hard rock layers. These findings are used to assess excavation difficulty, potential landslides, and the likelihood of groundwater presence along the planned pipeline route. Thus, the use of the resistivity geoelectrical method has proven to provide detailed spatial information and supports safer and more efficient underground pipeline construction planning.
Cite
CITATION STYLE
Wahyuni, Y. S., & Irchamul K., Ach. N. (2025). Pemanfaatan Metode Geolistrik Resistivitas untuk Identifikasi Kondisi Tanah pada Perencanaan Jalur Perpipaan Bawah Tanah. MoDuluS Media Komunikasi Dunia Ilmu Sipil, 7(1), 1–9. https://doi.org/10.32585/modulus.v7i1.6804
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.