Abstract
Kemiskinan ekstrem merupakan isu global yang termuat dalam SDG’s tujuan pertama. Indonesia melalui Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) berkomitmen untuk memberantas kemiskinan ekstrem yakni nol persen di akhir tahun 2024. Berdasarkan hasil kajian TNP2K tahun 2021, terdapat 5 kabupaten/kota di Maluku terpilih sebagai wilayah prioritas pengentasan kemiskinan ekstrem di Indonesia. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh karakteristik rumah tangga terhadap status kemiskinan ekstrem di Maluku tahun 2021. Hasil penelitian dengan menggunakan data survei sosial ekonomi nasional (Susenas) maret 2021 dan metode analisis regresi logistik biner menunjukan bahwa pada tingkat signifikansi 5 persen jumlah anggota rumah tangga, ketahanan bangunan, kepadatan hunian, sumber penerangan utama, dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) berpengaruh signifikan terhadap status kemiskinan ekstrem rumah tangga di Maluku tahun 2021. Kesimpulannya, untuk memberantas kemiskinan ekstrem di Maluku, pemerintah dapat meprioritaskan peningkatan kualitas sarana dan prasarana penunjang konektivitas antarpulau di Maluku, pengembangan produktivitas cengkeh dan pala, industrialisasi sektor perikanan melalui Lumbung Ikan Nasional (LIN) di Maluku, peningkatan penyuluhan program Keluarga Berencana (KB), kampung KB, program rumah layak huni baik dari aspek ketahanan bangunan maupun kepadatan hunian, pemerataan akses listrik, dan mengevaluasi daftar penerima program BPNT. Untuk keberlanjutan penelitian ini dapat mempertimbangkan variabel kewilayahan seperti dana desa.
Cite
CITATION STYLE
Faujan, L. O., & Agustina, N. (2023). Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Status Kemiskinan Ekstrem Rumah Tangga di Provinsi Maluku Tahun 2021. Seminar Nasional Official Statistics, 2023(1), 343–352. https://doi.org/10.34123/semnasoffstat.v2023i1.1639
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.