Abstract
Abstrak Karya tari Genta Loka merupakan hasil dari penelitian terapan penciptaan tari yang berfokus pada pengembangan musik truntung melalui perpaduan dengan bunyi perkusi berbahan seng bekas. Penelitian ini berangkat dari gagasan bahwa setiap bunyi, baik yang bersumber dari instrumen tradisional maupun material non-tradisional, memiliki potensi untuk dimaknai sebagai objek musikal. Penggunaan logam seng bekas tidak hanya menghadirkan inovasi bunyi, tetapi juga mengusung nilai ekologi budaya, yaitu kesadaran akan pentingnya memaknai ulang benda-benda limbah sebagai medium estetis dalam seni pertunjukan. Melalui pendekatan practice-based research, penelitian ini juga mengeksplorasi tubuh penari sebagai ruang negosiasi antara tiga identitas gerak—tari Soreng, hip hop, dan kontemporer—yang saling berinteraksi dan bertransformasi dalam proses kreatif. Pertemuan ketiga gaya tersebut melahirkan bentuk tubuh hibrid yang mencerminkan dinamika budaya masa kini, di mana tradisi dan modernitas berbaur dalam satu kesatuan estetis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Genta Loka tidak sekadar menjadi inovasi artistik, melainkan juga media reflektif yang mengartikulasikan relasi antara manusia, lingkungan, dan kebudayaan. Dengan demikian, karya ini mempertegas posisi seni tari sebagai ruang produksi pengetahuan embodied yang mampu menyampaikan nilai-nilai ekologis, sosial, dan estetis secara simultan. Kata Kunci: genta loka, bunyi, truntung, soreng. ABSTRACT Genta Loka is an artistic research project that develops trunthung musicality through the integration of percussive sounds generated from recycled zinc sheets. Using a practice-based research framework, the study positions creative processes—sound exploration, instrument construction, choreographic development—as epistemic modes. The work investigates acoustic characteristics of metal waste, timbral expansion of trunthung, and the formation of hybrid bodily movement through interactions among Soreng dance, hip-hop, and contemporary dance vocabularies. Results indicate that metal waste introduces new timbral layers, enriches rhythmic structures, and shapes distinctive dramaturgy. The project also emphasizes cultural ecology by highlighting recycled materials as artistic and ecological agents.
Cite
CITATION STYLE
Eko Pebo, E. S., Sri Kuncoro, J., & Suroto. (2025). Pertunjukan Tari Musikal GENTA LOKA: EKSPLORASI TRUNTUNG DAN SENG DALAM PERTUNJUKAN TARI MUSIKAL. GETER : Jurnal Seni Drama, Tari Dan Musik, 8(2), 46–56. https://doi.org/10.26740/geter.v8n2.p46-56
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.