Abstract
Polifarmasi dan kepatuhan pengobatan merupakan faktor penting yang berkontribusi terhadap timbulnya Drug Related Problems (DRP), terutama pada pasien dengan penyakit kronis seperti peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat polifarmasi dan kepatuhan pengobatan terhadap risiko DRP pada pasien Prolanis di Puskesmas Dewantara, Aceh Utara. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan teknik total sampling terhadap 98 pasien Prolanis yang menjalani pengobatan rutin selama periode 1–30 September 2025. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner kepatuhan (MMAS-8) dan telaah resep pasien untuk identifikasi polifarmasi serta DRP. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kelompok usia pra-lansia (40,8%) dan berjenis kelamin perempuan (59,2%), dengan diagnosis terbanyak adalah Diabetes Melitus (26,5%). Mayoritas pasien mengalami polifarmasi minor (39,8%), memiliki tingkat kepatuhan rendah (48%), serta mengalami DRP (68,4%) dengan kategori terbanyak berupa interaksi obat (22,4%). Uji bivariat menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara tingkat polifarmasi dan kepatuhan pengobatan dengan kejadian DRP (p<0,001). Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat polifarmasi dan semakin rendah kepatuhan pasien, maka semakin besar risiko terjadinya DRP.
Cite
CITATION STYLE
Rahmayani Siregar, S., Fitriany, J., Utariningsih, W., Husni Fansury Nasution, M., Mazaya Balqis, K., & Miranda, M. (2025). Analisis Tingkat Polifarmasi dan Kepatuhan Pengobatan terhadap Risiko Drug Related Problems pada Pasien Prolanis di Puskesmas Dewantara Aceh Utara. GALENICAL : Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh, 4(6), 13–23. https://doi.org/10.29103/jkkmm.v4i6.25074
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.