Paleobatimetri Satuan Batupasir Formasi Pasangkayu Berdasarkan Kandungan Foraminifera Bentonik Daerah Ako Kabupaten Pasangkayu Provinsi Sulawesi Barat

  • Fitriana T
  • Aznal M
  • Supardi N
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
4Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Paleobatimetri diketahui sebagai ilmu yang dapat memberikan informasi tentang lingkungan pengendapan batuan sedimen pada masa lampau dengan menggunakan fosil (kandungan biota) sebagai salah satu indikator lingkungan pengendapan. Fosil Foraminifera bentonik menjadi indikator yang baik dalam menentukan umur relatif batuan serta lingkungan purba, karena sangat peka terhadap perubahan lingkungan, khusunya kondisi air laut. Daerah Ako kabupaten Pasangkayu banyak dijumpai satuan batupasir dengan kandungan fosil foraminifera yang melimpah. Pengambilan data menggunakan metode Measuring Section dengan litologi berupa perselingan antara batupasir, batulempung dan batulanau.  lingkungan pengendapan daerah Ako berdasarkan kelimpahan fosil foraminifera bentonik, yaitu Lenticulina orbicularis (D’ORBIGNY), Cibicidoides incrassatus (FICHTEL dan MOLL), Cibicidoides subhaidingerii (PARR) dan Quinqueloculina lamarckiana (D’ORBIGNY), berada pada Neritik Tengah dengan kedalaman 30-90 meter, pada umur relatif N.17-N.18 ( Miosen Atas bagian Atas – Pliosen Bawah bagian Bawah.

Cite

CITATION STYLE

APA

Fitriana, T., Aznal, M., Supardi, N., & Janat, N. R. (2023). Paleobatimetri Satuan Batupasir Formasi Pasangkayu Berdasarkan Kandungan Foraminifera Bentonik Daerah Ako Kabupaten Pasangkayu Provinsi Sulawesi Barat. Jurnal GEOMining, 4(2), 32–39. https://doi.org/10.33387/geomining.v4i2.6874

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free