Abstract
Kasus pemasungan yang terjadi di Indonesia, terlebih sejak pandemi covid-19 menyebabkan kasus ini semakin meningkat, sehingga semakin sulit mencapai target pelayanan yang sesuai dengan renstra Kemenkes tahun 2020-2024 bahwa semua ODGJ berat mendapatkan pelayanan 100%, termasuk pencapaian program Jatim Bebas Pasung tahun 2024. Tingginya kasus pasung disebabkan karena keterbatasan SDM yang terlatih akibat merangkap tugas, serta kurangnya komitmen melakukan program pelepasan pasung berbasis masyarakat. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan serta meningkatkan peran serta aktif nakes, keluarga dan masyarakat dalam program pelepasan pasung berbasis masyarakat. Terdapat 4 kegiatan yang telah diberikan sebagai suatu stimulasi, yaitu 1) melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas serta melibatkan kader dan perangkat, 2) melakukan sosialisasi pada keluarga, ODGJ pasung serta masyarakat, 3) mengimplementasikan program pelepasan pasung secara bertahap sesuai kemampuan ODGJ dan kesiapan keluarga, dan 4) menyusun rencana tindak lanjut serta melakukan monitoring dan evaluasi program. Program pelepasan pasung berbasis masyarakat yang dilakukan secara bertahap (berbatas waktu) mampu meningkatkan kemampuan ODGJ dan keluarga dapat pulih dan mandiri.
Cite
CITATION STYLE
Mawaddah, N., Mukarromah, I., & Windarwati, H. D. (2022). PEMBERDAYAAN TENAGA KESEHATAN, KELUARGA DAN MASYARAKAT DALAM PROGRAM PELEPASAN PASUNG BERBASIS MASYARAKAT. Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(2), 968–974. https://doi.org/10.31004/cdj.v3i2.5191
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.