COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR DI LINGKUNGAN LEBAK KELURAHAN TUKANGKAYU KABUPATEN BANYUWANGI

  • Sulthon Rohmadin
  • Dea Apsari Pramudana Putri
  • Batubara Y
N/ACitations
Citations of this article
23Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

The Lebak neighborhood is a residential area in Banyuwangi Regency which is always hit by annual floods. The densely populated condition of the area and the lack of public awareness about not throwing rubbish into the river is a challenge in itself. For this reason, collaboration between related parties is needed to run the flood disaster management process well. This research aims to find out, analyze, and describe how Collaborative Governance is implemented between the government, the business world, and community groups in the Lebak Environment, Tukangkayu Village, Banyuwangi District, Banyuwangi Regency in managing flood disasters. This research uses a qualitative descriptive method using primary and secondary data sources. This research relies on data collection techniques through interviews, observation, and documentation to obtain the required data. The research results show that collaboration between the government, the business world, and community groups has been implemented but is not yet optimal, so maximizing the role at the preventive and monitoring stages is necessary. The government still tends to be more dominant than the business world and community groups. This collaborative process resulted in two permanent water pumping machines, river cleaning, a river normalization program, and the implementation of a disaster task force consisting of all stakeholders. In implementing this collaboration, there are several obstacles, such as a lack of public awareness of the importance of not throwing rubbish or waste into the river, difficulty in accessing heavy equipment in the form of excavators to the river, problems with the operation of water pump machines, the conversion of plantation crop commodities in upstream areas, and the very low condition of the Lebak area. Based on the problems faced, efforts are needed to maximize the role of each party involved at each stage of disaster management as well as innovation related to solving the problems being experienced. Keywords: Flood, Collaborative Governance, Disaster ManagementLingkungan Lebak merupakan suatu wilayah permukiman di Kabupaten Banyuwangi yang selalu dilanda bencana banjir tahunan. Kondisi wilayahnya yang padat penduduk serta kurangnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai menjadi tantangan tersendiri. Untuk itu diperlukan kolaborasi antara pihak terkait sehingga proses penanggulangan bencana banjir dapat berjalan dengan baik. Tujuan penelitian ini untuk dapat mengetahui, menganalisis, serta mendeskripsikan bagaimana penerapan Collaborative Governance yang terjalin antara pihak pemerintah, dunia usaha, dan kelompok masyarakat di Lingkungan Lebak Kelurahan Tukangkayu Kecamatan Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi dalam penanggulangan bencana banjir. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan sumber data primer dan sekunder. Penelitian ini bertumpu pada teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi untuk memperoleh data yang dibutuhkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antara pihak pemerintah, dunia usaha, dan kelompok masyarakat sudah terlaksana tetapi belum optimal sehingga perlu dilakukan pemaksimalan peranan pada tahapan preventif dan monitoring. Pihak pemerintah masih cenderung lebih dominan dibandingkan dengan dunia usaha dan kelompok masyarakat. Proses kolaborasi tersebut menghasilkan dua unit mesin pompa air permanen, plengsengan sungai, program normalisasi sungai, dan pelaksanaan apel satgas bencana yang beranggotakan seluruh stakeholder. Dalam pelaksanan kolaborasi ini terdapat beberapa kendala, seperti kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya tidak membuang sampah atau limbah ke sungai, sulitnya akses alat berat berupa ekskavator menuju sungai, terkendalanya pengoperasian mesin pompa air, terjadinya alih fungsi komoditas tanaman perkebunan di daerah hulu, serta kondisi wilayah Lebak yang sangat rendah. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi maka diperlukan adanya upaya pemaksimalan peranan masingmasing pihak terlibat pada setiap tahapan manajemen bencana serta inovasi terkait pemecahan masalah yang sedang dialami. Kata Kunci: Banjir, Collaborative Governance, Penanggulangan Bencana

Cite

CITATION STYLE

APA

Sulthon Rohmadin, Dea Apsari Pramudana Putri, & Batubara, Y. E. (2025). COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR DI LINGKUNGAN LEBAK KELURAHAN TUKANGKAYU KABUPATEN BANYUWANGI. Jurnal Konstituen, 7(1), 44–69. https://doi.org/10.33701/jk.v7i1.5390

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free