ANALISIS PENGARUH PENGGANTIAN FILLER ABU SAWIT FLY ASH DAN BOTTOM ASH TERHADAP KARAKTERISTIK PERKERASAN LENTUR (AC-WC)

  • Hawari F
  • Lizar L
N/ACitations
Citations of this article
31Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Riau merupakan salah satu provinsi penghasil kelapa sawit terbesar di Indonesia. Produksi kelapa sawit tersebut menghasilkan banyak limbah sekitar, 35-40% dari pengolahan tandan buah segar (TBS). Limbah ini juga dimanfaatkan sebagai pengganti batu bara yang menghasilkan limbah fly ash dan bottom ash. Oleh karena itu, untuk mengurangi jumlah limbah tersebut, maka digunakan sebagai bahan pengganti filler pada campuran aspal beton. Filler yang digunakan berupa fly ash dan bottom ash yang dihasilkan dari perusahaan pengolahan buah sawit. Spesifikasi dalam pelaksanaan pengujian ini mengacu pada spesifikasi Umum Bina Marga 2018. Pemadatan benda uji dilakukan 2×75 tumbukan yang berasumsi bahwa pengujian di peruntukan pada lalu lintas berat. Hasil pengujian menunjukkan bahwa karakteristik material dasar telah memenuhi spesifikasi material. Penggunaan variasi fly ash memiliki nilai stabilitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan bottom ash dengan nilai 2316 Kg, sedangkan bottom ash memiliki nilai 2205 Kg. Nilai persentase rata-rata keseluruhan yang dihasilkan dalam pengujian karakteristik menunjukkan bahwa penggunaan filler fly ash 1,23% lebih baik dari pada penggunaan filler bottom ash.

Cite

CITATION STYLE

APA

Hawari, F., & Lizar, L. (2021). ANALISIS PENGARUH PENGGANTIAN FILLER ABU SAWIT FLY ASH DAN BOTTOM ASH TERHADAP KARAKTERISTIK PERKERASAN LENTUR (AC-WC). Jurnal TeKLA, 3(1), 1. https://doi.org/10.35314/tekla.v3i1.2007

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free