KAJIAN FAKTOR KENDALA DOKTER TIDAK MENGGUNAKAN APLIKASI WIFI TB DI KOTA SEMARANG

  • Kurniadi A
  • Widianawati E
  • Ernawati D
N/ACitations
Citations of this article
17Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu dari sepuluh penyakit penyebab kematian di dunia dengan angka kejadian 10,0 juta (kisaran, 9,0–11,1 juta) penderita TB pada tahun 2018.1 Dalam pengelolaannya, kasus TB yang ditemukan harus dicatat dan dilaporkan oleh setiap fasilitas pelayanan kesehatan sesuai format yang ditentukan. Upaya pemberdayaan secara aktif untuk pelaporan kasus dilakukan dokter dengan bantuan teknologi menggunakan aplikasi WifiTB. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor kendala yang mempengaruhi minat dokter tidak menggunakan aplikasi WifiTB di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Semarang. Data diperoleh lewat kuesioner dengan skala linkert yang diisi oleh dokter sebagai pemakai aplikasi sebanyak 129 kuesioner dengan mengolah 77 kuesionar dokter yang belum menggunakan aplikasi. Dengan menggunakan teknik analisis faktor, hasil penelitian menunjukkan bahwa  persepsi negatif 86,2%, smartphone 79,5% dan kesiapan 78,5% paling mempengaruhi minat dokter dalam menggunakan aplikasi WifiTB. Sehingga dengan demikian upaya pendekatan persuasif perlu ditingkatkan guna menambah keyakinan dan kesiapan para dokter dalam menggunaan aplikasi WifiTB.

Cite

CITATION STYLE

APA

Kurniadi, A., Widianawati, E., & Ernawati, D. (2021). KAJIAN FAKTOR KENDALA DOKTER TIDAK MENGGUNAKAN APLIKASI WIFI TB DI KOTA SEMARANG. VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 20(1). https://doi.org/10.33633/visikes.v20i1.4534

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free