Abstract
Dalam masyarakat yang menganut nilai-nilai patriarki, ternyata toxic masculinity masih marak. Toxic masculinity sering diartikan sebagai internalisasi nilai-nilai maskulin yang ada di masyarakat mengenai gender dan karakteristik laki-laki yang harus ada berdasarkan standar yang ditentukan oleh masyarakat. Akibatnya, toxic maskulinitas ini tidak hanya merugikan laki-laki, tetapi juga perempuan sebagai pihak yang tertindas akibat dominasi laki-laki. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, khususnya Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Partisipan dalam penelitian ini adalah masyarakat 5 generasi z yang berasal dari berbagai suku di Nusa Tenggara Timur antara lain Manggarai Barat, Lembata, Adonara, Sumba Timur dan Timor. Dengan rincian 3 pria dan 2 wanita. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara semi terstruktur. Hasil analisis ditemukan lima tema diantaranya; pemaknaan budaya patriarki oleh generasi Z; arti maskulinitas beracun oleh generasi Z; bentuk budaya patriarki; budaya patriarki dan maskulinitas beracun; dan dampak budaya patriarkal terhadap maskulinitas beracun di Generasi Z.
Cite
CITATION STYLE
Seravim, O. (2023). THE IMPACT OF PATRIARCHAL CULTURE ON TOXIC MASCULINITY IN GENERATION Z IN EAST NUSA TENGGARA. Journal of Health and Behavioral Science, 5(2), 277–296. https://doi.org/10.35508/jhbs.v5i2.10583
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.