THE IMPACT OF PATRIARCHAL CULTURE ON TOXIC MASCULINITY IN GENERATION Z IN EAST NUSA TENGGARA

  • Seravim O
N/ACitations
Citations of this article
115Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Dalam masyarakat yang menganut nilai-nilai patriarki, ternyata toxic masculinity masih marak. Toxic masculinity sering diartikan sebagai internalisasi nilai-nilai maskulin yang ada di masyarakat mengenai gender dan karakteristik laki-laki yang harus ada berdasarkan standar yang ditentukan oleh masyarakat. Akibatnya, toxic maskulinitas ini tidak hanya merugikan laki-laki, tetapi juga perempuan sebagai pihak yang tertindas akibat dominasi laki-laki. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, khususnya Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Partisipan dalam penelitian ini adalah masyarakat 5 generasi z yang berasal dari berbagai suku di Nusa Tenggara Timur antara lain Manggarai Barat, Lembata, Adonara, Sumba Timur dan Timor. Dengan rincian 3 pria dan 2 wanita. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara semi terstruktur. Hasil analisis ditemukan lima tema diantaranya; pemaknaan budaya patriarki oleh generasi Z; arti maskulinitas beracun oleh generasi Z; bentuk budaya patriarki; budaya patriarki dan maskulinitas beracun; dan dampak budaya patriarkal terhadap maskulinitas beracun di Generasi Z.

Cite

CITATION STYLE

APA

Seravim, O. (2023). THE IMPACT OF PATRIARCHAL CULTURE ON TOXIC MASCULINITY IN GENERATION Z IN EAST NUSA TENGGARA. Journal of Health and Behavioral Science, 5(2), 277–296. https://doi.org/10.35508/jhbs.v5i2.10583

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free