Diplomasi Ekonomi Indonesia dan Negara-negara Berkembang dalam G-33 untuk Mempromosikan Proposal Special Products dan Special Safeguard Mechanism

  • Delanova M
N/ACitations
Citations of this article
83Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Sektor pertanian merupakan sektor yang penting bagi negara berkembang karena banyak penduduk di negara berkembang yang menggantungkan hidup mereka kepada sektor ini. Selain itu, sektor pertanian negara berkembang terkait erat dengan ketahanan pangan (food security), pengentasan kemiskinan (poverty alleviation), dan pembangunan pedesaan (rural development). Pada era globalisasi, perdagangan antarnegara diatur dalam kerangka World Trade Organization (WTO). Sektor pertanian pun menjadi salah satu bidang yang tidak luput dari agenda negosisasi di WTO dan diatur di dalam Agreement on Agriculture WTO (AoA). Negara berkembang seharusnya memiliki strategi diplomasi ekonomi yang dapat memperjuangkan kepentingan mereka, terutama dalam bidang pertanian. Group 33 (G-33) merupakan kelompok kepentingan di WTO yang berupaya memperjuangkan kepentingan nasional negara anggotanya dalam bidang pertanian dengan mengajukan proposal Special Products (SP) dan Special Safeguard Mechanism (SSM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi diplomasi negara-negara berkembang, pada khususnya Indonesia dalam forum perdagangan multilateral WTO.

Cite

CITATION STYLE

APA

Delanova, M. (2016). Diplomasi Ekonomi Indonesia dan Negara-negara Berkembang dalam G-33 untuk Mempromosikan Proposal Special Products dan Special Safeguard Mechanism. Jurnal Dinamika Global, 1(01), 14–31. https://doi.org/10.36859/jdg.v1i01.12

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free