PEMANFAATAN GeoDa DALAM PEMETAAN STUNTING DI KABUPATEN BULUKUMBA

  • Tajuddin J
  • Arfiani
  • Erniawati
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
29Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Salah satu permasalahan gizi yang dihadapi dunia saat ini adalah anak pendek (stunting). Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah lima tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Masalah anak pendek merupakan Kasus stunting  di mana merupakan kasus multidimensi yang tidak hanya terjadi pada anak dari keluarga miskin, tetapi juga pada keluarga yang berada di atas 40% tingkat kesejahteraannya. Stunting dipengaruhi oleh faktor secara langsung dan secara tidak langsung. Berbagai program pemerintah terkait pencegahan stunting telah diselenggarakan, namun belum efektif dan belum terjadi penurunan dalam skala yang memadai. Sehigga perlu di lakukan pengendalian penyakit pemetaan penyakit dapat membantu dalam penanggulangan penyakit melalui deteksi dini lokasi-lokasi yang beresiko tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran penderita stunting di Kabupaten Bulukumba memalui GeoDa. Data merupakan data sekunder yang diperoleh  dari  laporan  kasus  stunting  di  Dinas  Kesehatan  Kabupaten  Bulukumba serta metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara (Interview). Analisa spasial empirical bayes (empirical bayesian smoothing rates) yang dikembangkan oleh Clayton dan Kaldor (1987) dalam software Geoda program version 1.6.7 dilakukan untuk mengidentifikasi sebaran kasus karena kasus stunting tidak sepenuhnya mewakili jika terjadi pada populasi lebih  besar  namun  tidak  padat  penduduk  karena  wilayah  yang  lebih  luas. Penelitian dilakukan di Kabupaten Bulukumba. Populasi adalah anak berusia 24-59 bulan di Kabupaten  Bulukumba.  Hasil  Sebaran kasus stunting tertinggi di Kecamatan Gantarang dengan kasus 745 (40.69%). Sedangkan sebaran kasus terendah terdapat pada Kecamatan Ujung Bulu dengan 41 (2.24%) dengan wilayah kerja Puskesmas yaitu Puskesmas Caile dengan 41 kasus stunting. Hal ini masih menunjukkan bahwa ada keterkaitan sebaran stunting dengan wilayah tempat tinggal  secara geografis.

Cite

CITATION STYLE

APA

Tajuddin, J., Arfiani, Erniawati, & Indra Wini, S. (2023). PEMANFAATAN GeoDa DALAM PEMETAAN STUNTING DI KABUPATEN BULUKUMBA. Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran Dan Kesehatan, 4(3), 126–133. https://doi.org/10.31970/ma.v4i3.105

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free