Kinerja Simpang Tak Bersinyal Sultan Alauddin dan Monumen Emmy Saelan di Era New Normal

  • Saelan W
  • Rachman R
  • Bestari S
N/ACitations
Citations of this article
10Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Arus lalu lintas puncak, perhitungan kapasitas simpang, dan derajat kejenuhan simpang tak bersinyal mengacu pada Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui derajat kejenuhan simpang tak bersinyal Jalan Sultan Alauddin dan Monumen Emmy Saelan, Makassar pada masa new normal. Survei lalu lintas pada Senin dan Kamis mewakili hari kerja, survei pada Sabtu mewakili hari libur. Kendaraan yang dicacah yaitu kendaraan ringan, kendaraan berat, sepeda motor, dan kendaraan tak bermotor. Proporsi kendaraan tak bermotor dan kendaraan bermotor diperhitungkan pada analisis kapasitas simpang. Arus lalu lintas puncak terjadi pada sore hari yang diwakili hari kerja, yaitu: Q = 6917,3 smp/jam, kapasitas simpang (C) = 4350,18 smp/jam, derajat kejenuhan (DS) = 1,59.

Cite

CITATION STYLE

APA

Saelan, W., Rachman, R., & Bestari, S. (2021). Kinerja Simpang Tak Bersinyal Sultan Alauddin dan Monumen Emmy Saelan di Era New Normal. Paulus Civil Engineering Journal, 2(4), 242–248. https://doi.org/10.52722/pcej.v2i4.181

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free