HUBUNGAN ANTARA PENERIMAAN DIRI DENGAN KECEMASAN PADA WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN WANITA KASUS NARKOTIKA DI KALIMANTAN TIMUR

  • Wulan A
  • Ediati A
N/ACitations
Citations of this article
105Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara penerimaan diri dengan kecemasan pada warga binaan pemasyarakatan wanita kasus narkotika di Kalimantan Timur. Hipotesis dalam penelitian ini yaitu ada hubungan negatif antara penerimaan diri dengan kecemasan pada warga binaan pemasyarakatan wanita kasus narkotika di Kalimantan Timur. Subjek penelitian ini adalah 98 Warga Binaan Pemasyarakatan Wanita di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika klas III di Samarinda, Kalimantan Timur, terjerat kasus narkotika, baik sebagai pengguna ataupun pengedar, dan telah menjalani masa hukuman minimal 3 bulan. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan dua skala psikologis, yaitu Depression Anxiety Stress Scale (11 aitem α = 0,958) dan Berger’s Self-Acceptance Scale (28 aitem α = 0,904). Hasil analisis data dengan analisis korelasi Spearman’s Rho menunjukkan ada hubungan negatif antara penerimaan diri dengan kecemasan pada warga binaan pemasyarakatan wanita kasus narkotika di Kalimantan Timur (rxy=-0,371;p=0,000 (p <0,001)). Hal ini menunjukkan semakin tinggi penerimaan diri, maka semakin rendah kecemasan pada warga binaan pemasyarakatan wanita kasus narkotika di Kalimantan Timur, dan sebaliknya.

Cite

CITATION STYLE

APA

Wulan, A. P. N., & Ediati, A. (2019). HUBUNGAN ANTARA PENERIMAAN DIRI DENGAN KECEMASAN PADA WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN WANITA KASUS NARKOTIKA DI KALIMANTAN TIMUR. Jurnal EMPATI, 8(1), 173–184. https://doi.org/10.14710/empati.2019.23592

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free