PERMASALAHAN BELAJAR DARI RUMAH BAGI GURU LEMBAGA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI DAERAH TERPENCIL

  • Pratiwi H
  • - A
N/ACitations
Citations of this article
218Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pandemi COVID-19 mengakibatkan penutupan sekolah dan perpindahan ke pembelajaran daring secara mendadak tanpa ada persiapan yang matang. Pemerintah melalui Kemendikbud menetapkan program belajar dari rumah untuk semua jenjang pendidikan, tidak terkecuali pendidikan anak usia dini yang di dalamnya termasuk Raudhatul Athfal (RA). Identifikasi permasalahan program belajar dari rumah yang diterapkan pada lembaga RA di daerah terpencil menjadi penting sebagai langkah awal usaha perbaikan kualitas dan kesetaraan pendidikan bagi seluruh anak. Penelitian kualitatif ini dilakukan dengan melibatkan 24 guru RA dan 20 orang tua anak didik di kecamatan Aluh-Aluh kabupaten Banjar. Hasil penelitian mengungkapkan beberapa permasalahan yang dihadapi guru RA dalam melaksanakan program belajar dari rumah bagi anak usia dini, yaitu kesenjangan internet dan teknologi digital, kesulitan adaptasi kurikulum darurat, rendahnya kompetensi guru berkaitan dengan pendidikan jarak jauh (PJJ); kurang sinergisnya komunikasi guru-orang tua, dan rendahnya tingkat kesadaran orang tua terhadap pendidikan bagi anak usia dini. Jika dibiarkan, permasalahan ini dapat memperluas kesenjangan akses pendidikan khususnya bagi anak usia dini di daerah terpencil.

Cite

CITATION STYLE

APA

Pratiwi, H., & -, A. (2021). PERMASALAHAN BELAJAR DARI RUMAH BAGI GURU LEMBAGA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI DAERAH TERPENCIL. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 6(2), 130–144. https://doi.org/10.24832/jpnk.v6i2.1928

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free