Abstract
Preeklampsia merupakan penyakit yang disebabkan kehamilan dan penyebab kematian maternal. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui factor-faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian preeklampsia pada ibu hamil di RSUD Arjawinangun tahun 2019. Populasi ibu bersalin di ruang VK RSUD Arjawinangun periode Agustus 2019 s/d Januari 2020. Memilih sampel secara purposive yaitu ibu hamil di ruang VK sehingga didapat 156 responden yang terdiri dari 39 responden yang mengalami preeklampsia berat/eklampsia sebagai sampel kasus dan 117 responden yang tidak mengalami preeklampsia berat/eklampsia sebagai sampel kontrol.Teknik analisis data menggunakan analisis univariat, analisis bivariat, dan analisis multivariat. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan usia (p=0,000), Paritas (p = 0,003), pendidikan (p=0,000), riwayat preeklampsia (p=0,000), riwayat penyakit keluarga (p=0,000), kenaikan berat badan (p=0,000), jumlah janin (p=0,0061) dan konsumsi kalsium (p = 0,000) berisiko secara signifikan, sedangkan ekonomi (p=0,640), perokok pasif (p=0,681) dan pekerjaan (p=0,469) tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan kejadian preeklampsia berat/eklampsi pada ibu hamil di RSUD Arjawinangun tahun 2019. Hasil analisis multivariat menunjukan factor paling dominan terhadap kejadian preeklampsia adalah adalah usia dengan Exp (B) atau OR 12,5.
Cite
CITATION STYLE
Sutiati Bardja. (2020). Faktor Risiko Kejadian Preeklampsia Berat/Eklampsia pada Ibu Hamil. EMBRIO, 12(1), 18–30. https://doi.org/10.36456/embrio.v12i1.2351
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.