STUDI KASUS: TERAPI BLOWING BALLON UNTUK MENGURANGI SESAK NAFAS PADA PASIEN ASMA

  • Suwaryo P
  • Yunita S
  • Waladani B
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
392Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Asma ditandai dengan adanya  inflamasi kronik saluran nafas   yang melibatkan berbagai macam mediator dan sel inflamasi yang saling keterkaitan sehingga menghasilkan perubahan fisiologis dan struktur jalan nafas. Pengobatan asma bertujuan menjadikan keadaan asma dapat dikontrol.Asma yang dapat dikontrol yaitu keadaan asma yang tanpa gejala. Relaksasi pernafasan mempunyai banyak tehnik diantaranya dengan menggunakan tehnik blowing ballon (tiup balon). Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengetahui efektifitas pemberian terapi blowing ballon pada pasien asma dengan diagnosa ketidakefektifan pola nafas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subyek dalam penelitian ini yaitu 3 pasien yang menderita asma dengan usia 13-50 tahun, menderita asma lebih dari 3 bulan, frekuensi kekambuhan ≤ 2 kali/minggu dan bersedia menjadi responden. Terapi dilakukan sebanyak 5 kali. Studi dilakukan selama 2 minggu pada bulan Februari 2021. Hasil studi kasus didapatkan ketiga pasien memberikan respon positif dan mengalami penurunan respirasi. Rata-rata frekuensi respirasi pasien 21-23x/menit dengan keluhan sesak berkurang. Terapi blowing ballon untuk menstabilkan frekuensi pernafasan pasien asma.

Cite

CITATION STYLE

APA

Suwaryo, P. A. W., Yunita, S., Waladani, B., & Safaroni, A. (2021). STUDI KASUS: TERAPI BLOWING BALLON UNTUK MENGURANGI SESAK NAFAS PADA PASIEN ASMA. Nursing Science Journal (NSJ), 2(2), 41–49. https://doi.org/10.53510/nsj.v2i2.86

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free