Abstract
Berdasarkan hasil Prasurvey di Kabupaten Tanggamus cakupan ASI esklusif pada tahun 2020 tercatat sebesar 80,6% dan 19,4% bayi diberikan MPASI (Profil Kesehatan Indonesia, 2020). Sementara itu cakupan bayi yang mendapatkan MPASI terlalu dini di desa sukamara berdasarkan hasil prasurvey peneliti di UPTD Puskesmas Bulok Sukamara sebesar 43% dan 57% mendapatkan ASI Ekslusif. Untuk meningkatkan pengetahuan ibu-ibu di Desa Sukamara tentang pemberian makanan tambahan melalui edukasi menggunakan media cetak. penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain pre-experimental (one-group pretest-posttest). Teknik purposive sampling digunakan untuk memilih 43 responden dari populasi 64 balita di Desa Sukamara. Penelitian dilakukan di UPTD Puskesmas Bulok Sukamara, Lampung. Uji normalitas dan bivariat (paired T-test atau Wilcoxon) digunakan untuk menganalisis data pretest-posttest. Penelitian menggunakan media cetak sebagai alat edukasi gizi. Kebanyakan responden adalah Ibu Rumah Tangga berusia 22-25 tahun (31%) dengan pendidikan tamat SMP (48,7%). Sebelum edukasi, 61,5% memiliki pengetahuan gizi rendah. Setelah edukasi, 97,4% mencapai pengetahuan baik. Terdapat peningkatan signifikan (P-value = 0,000) setelah edukasi gizi menggunakan media cetak. Saran agar dapat eksplorasi metode edukasi lain, evaluasi jangka panjang, dan pertimbangan faktor eksternal.
Cite
CITATION STYLE
Ilmi, R., & Astuti, D. W. (2024). Pengaruh Edukasi Gizi Dengan Media Cetak Leaflet Terhadap Pengetahuan Ibu Mengenai Pemberian Makanan Tambahan di Desa Sukamara Kec. Bulok Kab. Tanggamus, Lampung. Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary, 2(2), 890–902. https://doi.org/10.57235/jerumi.v2i2.3839
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.