Perencanaan Sistem Penyangga pada Terowongan Pengelak (Studi kasus pembangunan Bendungan Beringin Sila Utan Kab. Sumbawa)

  • Jayyid M
  • Dharmawansyah D
  • Fardila D
N/ACitations
Citations of this article
14Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

The excavation process caused the rocks around the Beringin Sila tunnel to be disturbed so that an initial support was needed in the form of steel supports. This study uses empirical methods, namely analysis of rock mass classification with the Rock Mass Rating (RMR) system and mathematical calculations of stress and stiffness of steel supports to determine the safety factor with steel spacing 1.5m, 2m and 3m. Based on the results of rock mass classification on the inlet and outlet sides are 37 and 27 which are classified as poor rock (rock class IV). The safety factor in the combination of steel set, shotcrete, and rockbolt, obtained at the inlet side of 0.84 on the roof and 2.03 on the wall at a distance of 1.5 m, at a distance of 2 m obtained a safety factor of 0.81 on the roof. and 1.93 on the wall, and at a distance of 3 m by 0.77 on the roof and 1.84 on the wall. The above information proves that the roof of the tunnel is still in the unsafe criteria. On the outlet side, the safety factor is 5 on the roof and 8.56 on the walls at a distance of 1.5 m, at a distance of 2 m, the safety factor is 4.74 on the roof and 8.13 on the walls, and at a distance of 3 m. of 4.52 on the roof and 7.75 on the walls. So that the outlet side at a distance of 3 meters is still categorized as safe. Kata kunci: steel support, rock mass rating, beringin sila, angka keamanan Abstrak Proses galian menyebabkan batuan di sekitar terowongan Beringin Sila terganggu sehingga diperlukan penopang awal berupa penopang baja. Penelitian ini menggunakan metode empiris yaitu analisis klasifikasi massa batuan dengan sistem Rock Mass Rating (RMR) dan perhitungan matematis tegangan dan kekakuan penyangga baja untuk menetukan faktor keamanan dengan menentukan jarak baja 1,5m, 2m dan 3m. Berdasarkan hasil klasifikasi massa batuan pada sisi inlet dan outlet adalah 37 dan 27 yang termasuk dalam batuan kelas IV yaitu batuan buruk. Faktor keamanan pada kombinasi steel set, shotcrete, dan rockbolt, diperoleh pada sisi inlet sebesar 0,84 pada atap dan 2,03 pada dinding pada jarak spasi 1,5 m, pada jarak spasi 2 m memperoleh faktor keamanan sebesar 0,81 pada atap dan 1,93 pada dinding, serta pada jarak 3 m sebesar 0,77 pada atap dan 1,84 pada dinding. Hal ini membuktikan bahwa pada atap terowongan masih dalam kriteria tidak aman. Pada sisi outlet mendapatkan faktor keamanan sebesar 5 pada atap dan 8,56 pada dinding pada jarak spasi 1,5 m, pada jarak spasi 2 m memperoleh faktor keamanan sebesar 4,74 pada atap dan 8,13 pada dinding, serta pada jarak 3 m sebesar 4,52 pada atap dan 7,75 pada dinding. Sehingga pada sisi outlet pada jarak 3 meter pun masih dikategorikan aman.

Cite

CITATION STYLE

APA

Jayyid, M.-, Dharmawansyah, D.-, & Fardila, D.-. (2023). Perencanaan Sistem Penyangga pada Terowongan Pengelak (Studi kasus pembangunan Bendungan Beringin Sila Utan Kab. Sumbawa). Jurnal Aplikasi Teknik Sipil, 21(2), 121. https://doi.org/10.12962/j2579-891x.v21i2.13899

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free