Abstract
This study aims to describe a mental models based on students' thinking styles about objects in static fluids. The type of research used is quasi-qualitative with a research design using Simple Research Design (SRD). This research was carried out at MAN Insan Cendikia, Palu City for grade XII students in the 2023 academic year, with 30 students as subjects. The instruments of this research are questionnaires, two-level test and interview guide. The data analysis technique used is the "Miles and Huberman Model" namely data reduction, data modeling and drawing conclusions. The results of data analysis showed that out of 30 students, there were 8 students with a Concrete sequential (Cs) thinking style, 12 students with an Abstract sequential (As) thinking style, 6 students with a Concrete random (Cr) thinking style, and 4 students with a Abstract random (Ar) thinking style. The group tested with abstract problem tended to have a higher average score than the group tested with concrete problem. When given abstract ploblem the Abstract sequential (As) and Sequential concrete (Cs) groups had a higher average score than the Abstract random (Ar) and Concrete random (Cr) groups.Penelitian ini merupakan penelitian sains kognitif tentang model mental, dan gaya berpikir. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model mental berdasarkan gaya berpikir siswa tentang benda dalam fluida statis. Jenis penelitian ini merupakan kuasi kualitatif dengan desain penelitian menggunakan Simple Research Desain (SRD). Penelitian ini dilaksanakan di MAN Insan Cendekia Kota Palu pada siswa Kelas XII semester Ganjil Tahun Ajaran 2023, dengan subyek penelitian berjumlah 30 siswa. Kemudian dipilih beberapa responden mewakili secara representatif gaya berpikir sekuensial konkret (SK), sekuensial abstrak (SA), acak konkret (AK), acak abstrak (AA) dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa angket, tes, dan wawancara. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri yang dibantu oleh instrumen bantu berupa angket gaya berpikir, two tiers test pada materi fluida statis untuk mengetahui model mental siswa tentang benda dalam fluida statis, dan pedoman wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data “Model Miles dan Huberman, yang meliputi: reduksi data, model/penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil Analisa data diperoleh bahwa dari 30 siswa terdapat 8 siswa dengan gaya berpikir sekuensial konkret (SK), 12 siswa dengan gaya berpikir sekuensial abstrak (SA), 6 siswa dengan gaya berpikir acak konkret (AK), dan 4 siswa dengan gaya berpikir acak abstrak (AA). Skor tertinggi pada siswa memiliki gaya berpikir sekuensial konkret (SK) dengan rerata skor 27,27 dimana skor tertinggi pada bentuk soal abstrak 17,88 dan skor terendah 9,88 pada bentuk soal konkret. Sedangkan skor paling rendah pada siswa dengan gaya berpikir acak konkret (AK) yaitu hanya memperoleh rerata skor 21,20 dengan skor tertinggi 12,00 pada bentuk soal abstrak dan skor terrendah 9,20 pada bentuk soal konkret. Kelompok Sekuensial Abstrak (SA) dan Sekuensial Konkret (SK) memiliki rerata skor yang lebih tinggi daripada kelompok Acak Abstrak (AA) dan Acak Konkret (AK) ketika diberikan soal-soal abstrak. Soal-soal abstrak cenderung memiliki rerata skor yang lebih tinggi disbanding soal-soal konkret dari setiap kelompok yang di uji serta memberikan informasi yang beragam.
Cite
CITATION STYLE
Gustina, Mansyur, J., Laratu, W. N., & Tule, R. (2024). Mental Models Based on Students Thinking Style About Objects in Static Fluid. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 10(11), 9770–9779. https://doi.org/10.29303/jppipa.v10i11.7980
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.