Status Vitamin D pada Remaja Sehat Usia 15-18 Tahun di Kota Depok

  • Saptarini D
N/ACitations
Citations of this article
127Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pendahuluan: Vitamin D merupakan nutrisi yang sumber utamanya didapatkan dari paparan sinar matahari. Diperkirakan 1 milyar penduduk dunia dari berbagai etnis dan kelompok usia, mengalami defisiensi vitamin D (vitamin D deficiency = VDD). Penelitian tentang vitamin D pada remaja masih terbatas di Indonesia. Tujuan: Mengetahui status vitamin D komunitas remaja sehat di Kota Depok usia 15-18 tahun, dan faktor yang terkait, meliputi status gizi,, asupan vitamin D, lemak dan skor pajanan matahari. Metode: Studi potong lintang dengan subjek berjumlah 60. Pemeriksaan kadar vitamin D dengan metode the Direct Competitive Chemiluminescence Immunoassay (CLIA). Status gizi subjek berdasarkan IMT/U grafik CDC 2000. Skor pajanan matahari menggunakan Skoring Pajanan Matahari. Penilaian asupan vitamin D dan lemak dengan FFQ semikuantitatif dan 24 hours food recall. Hasil: Nilai rerata kadar vitamin D dan asupan vitamin D 17,29 ± 6,77 ng/ml dan 5,47 ± 3,96 μg/hari. Nilai tengah IMT 19,67 (14,22-36,98)kg/m2. Pajanan matahari 11(4-42) dan asupan lemak 42,1 (8,75-1—,58)g/hari. Kesimpulan: Status vitamin D subjek menunjukkan insufisiensi, dengan sebagian besar berstatus gizi normal.

Cite

CITATION STYLE

APA

Saptarini, D. (2019). Status Vitamin D pada Remaja Sehat Usia 15-18 Tahun di Kota Depok. Journal Of The Indonesian Medical Association, 69(2), 71–77. https://doi.org/10.47830/jinma-vol.69.2-2019-74

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free