Abstract
Keterampilan interpersonal merupakan salah satu modal wajib yang harus dimiliki pustakawan untuk dapat melaksanakan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, karena dalam konsepnya, inklusi sosial sangat erat kaitannya dengan hubungan perpustakaan terhadap masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengapa keterampilan interpersonal menjadi modal kultural di dalam program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial. Penelitian ini menggunakan desain kajian literatur (literature review) yang dilakukan dengan cara mengulas, merangkum, dan menuangkan pemikiran peneliti yang berasal dari beberapa bahan pustaka seperti buku dan jurnal. Hasil dari penelitian ini adalah selama ini perpustakaan mempunyai program dengan ide brilian akan tetapi tidak tercapai dengan baik karena ketidakcakapan pustakawan di dalam mengkomunikasikannya. Maka, keterampilan interpersonal menjadi sangat penting agar Program TPBIS terlaksana sesuai rencana. Berdasarkan praktik modal Pierre Bourdieu terdapat empat modal untuk mencapai tujuan yakni modal ekonomi, modal kultural, modal sosial, dan modal kultural. Keterampilan interpersonal merupakan modal kultural. Dengan satu modal kultural, maka ia secara otomatis dapat menarik tiga modal lainnya karena praktik modal Bourdieu mempunyai butterfly effect yang mampu mengikat tiga modal lainnya
Cite
CITATION STYLE
Enlevi, S., & Masruri, A. (2023). Keterampilan Interpersonal sebagai Modal Kultural dalam Menghadapi Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial. Pustakaloka, 15(1), 131–152. https://doi.org/10.21154/pustakaloka.v15i1.5586
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.