Mengurai Hadis Tahnik dan Gerakan Anti Vaksin

  • Muallifah A
N/ACitations
Citations of this article
222Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Yogyakarta pada bulan Juli 2017 gempar dengan berita adanya beberapa sekolah berbasis agama yang menolak vaksinasi pada program imunisasi MR (Measles Rubbela) yang menjadi program pemerintah. Gerakan anti vaksin memang telah lama ada baik di Indonesia maupun di luar negeri. Beberapa dari mereka menggunakan argumen teologis unntuk menolak vaksinasi. Hadits tahnik di gunakan sebagai salah satu alasan utama bahwa Islam sudah mengajarkan metode imunisasi paling unggul karena berdasarkan petunjuk nabi yang berasal dari wahyu Tuhan, sehingga program imunisasi yang dilakukan pemerintah di anggap sudah tidak diperlukan lagi. Paper ini meguraikan bagaimana sebenarnya pemahaman hadits tahnik ini dari sisi ilmu hadits, ilmu biologi, otentisitasnya, dan relevansinya dalam polemik anti vaksin di Indonesia.

Cite

CITATION STYLE

APA

Muallifah, A. Y. (2018). Mengurai Hadis Tahnik dan Gerakan Anti Vaksin. Jurnal Living Hadis, 2(2), 253. https://doi.org/10.14421/livinghadis.2017.1334

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free