Abstract
Asap rokok merupakan salah satu sumber radikal bebas eksogen yang dapat menyebabkan kerusakan sel yang mengakibatkan penurunan fungsi paru. Vitamin C dan E merupakan antioksidan yang dapat menghambat aktivitas senyawa oksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbedaan kondisi fungsi paru, asupan vitamin C, asupan vitamin E pada perokok aktif dan non perokok, serta pengaruh asupan Vitamin C dan E terhadap kondisi fungsi paru. Desain penelitian yang digunakan adalah case control. Variabel yang diukur meliputi asupan vitamin C dan E dengan semi quantitative-food frequency questionnaire (SQ-FFQ) serta kondisi fungsi paru dengan handheld spirometer. Sampel penelitian ini terdiri dari 63 sampel perokok dan 63 sampel non perokok. Hasil uji menunjukkan fungsi paru pada perokok dan non perokok berbeda signifikan (p=0,00). Asupan vitamin C (p=0,00) dan E (p=0,029) pada perokok aktif dan non perokok juga menunjukkan hasil yang berbeda signifikan.Hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh asupan vitamin C (r=0,63) dan vitamin E (r=0,22) terhadap kondisi fungsi paru. Terdapat perbedaan asupan vitamin C,E, dan fungsi paru pada perokok dan non perokok, serta adanya pengaruh asupan vitamin C dan E terhadap fungsi paru.
Cite
CITATION STYLE
Pratiwi, S. R., Lorensia, A., & Suryadinata, R. V. (2018). Asupan Vitamin C dan E Dengan SQ-FFQ terhadap Fungsi Paru Perokok dan Non-Perokok. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 14(2), 101. https://doi.org/10.30597/mkmi.v14i2.3998
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.