MANAJEMEN JALAN NAFAS PADA PASIEN DENGAN SINDROMA CROUZON

  • Sari D
  • Widyastuti Y
  • Hidayat F
N/ACitations
Citations of this article
10Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

penutupan prematur dari sutura koronal (sinostosis), atau pada kejadian yang lebih jarang sutura sagital atau lambdoidal dari kranium. Halini menyebabkan munculnya gambaran dismorfik tengkorak dan wajah, dengan dahi tinggi, oksiput pipih dan brachycephaly. Selain kraniosinostosis, anak-anak yang terkena mungkin juga mengalami fusi abnormal tulang dasar tengkorak dan bagian tengah, mengakibatkan hipoplasia rahang atas, langit-langit yang melengkung tinggi dan orbita yang dangkal, menyebabkan eksoftalmos yang menonjol. Adanya kelainan pada fitur wajah ini dapat berimplikasi pada penanganan jalan nafas yang sulit. Kasus dengan pasien seorang perempuan usia 4 tahun dengan keluhan kepala yang membesar sejak usia 1 tahun. Pasien memiliki riwayat terdiagnosis sindroma Crouzon.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sari, D., Widyastuti, Y., & Hidayat, F. (2023). MANAJEMEN JALAN NAFAS PADA PASIEN DENGAN SINDROMA CROUZON. Jurnal Komplikasi Anestesi, 8(3), 1–8. https://doi.org/10.22146/jka.v8i3.8369

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free