Abstract
penutupan prematur dari sutura koronal (sinostosis), atau pada kejadian yang lebih jarang sutura sagital atau lambdoidal dari kranium. Halini menyebabkan munculnya gambaran dismorfik tengkorak dan wajah, dengan dahi tinggi, oksiput pipih dan brachycephaly. Selain kraniosinostosis, anak-anak yang terkena mungkin juga mengalami fusi abnormal tulang dasar tengkorak dan bagian tengah, mengakibatkan hipoplasia rahang atas, langit-langit yang melengkung tinggi dan orbita yang dangkal, menyebabkan eksoftalmos yang menonjol. Adanya kelainan pada fitur wajah ini dapat berimplikasi pada penanganan jalan nafas yang sulit. Kasus dengan pasien seorang perempuan usia 4 tahun dengan keluhan kepala yang membesar sejak usia 1 tahun. Pasien memiliki riwayat terdiagnosis sindroma Crouzon.
Cite
CITATION STYLE
Sari, D., Widyastuti, Y., & Hidayat, F. (2023). MANAJEMEN JALAN NAFAS PADA PASIEN DENGAN SINDROMA CROUZON. Jurnal Komplikasi Anestesi, 8(3), 1–8. https://doi.org/10.22146/jka.v8i3.8369
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.