ANALISIS AKULTURASI BUDAYA PADA RESTORAN "KARTIKO" SURABAYA

  • Angelline M
N/ACitations
Citations of this article
36Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan memahami bentuk akulturasi budaya yang terdapat dalam arsitektur, desain interior, dan makanan yang dijual di restoran Kartiko Traditional Heritage Culinary Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah Teknik triangulasi yang dilaksanakan dengan membandingkan data hasil pengamatan dan data hasil wawancara, membandingkan data hasil wawancara dengan teori-teori yang ada, dan mereduksi data yang didapatkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa restoran “Kartiko” merupakan restoran bergaya peranakan yang merupakan hasil akulturasi dari tiga kebudayaan, yaitu Tiongkok, Indonesia (Jawa), dan Belanda. Tujuan pemilik restoran mendirikan restoran bergaya peranakan adalah untuk memberikan pengetahuan mengenai budaya peranakan pada pelanggan, terutama anak-anak muda. Secara keseluruhan, budaya yang paling terlihat paling kentara adalah budaya Tiongkok, sedangkan yang tidak seberapa terlihat adalah budaya Belandanya.Kata kunci : restoran, peranakan, akulturasi budaya

Cite

CITATION STYLE

APA

Angelline, M. (2021). ANALISIS AKULTURASI BUDAYA PADA RESTORAN “KARTIKO” SURABAYA. Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture, 9(2), 11–26. https://doi.org/10.9744/century.9.2.11-26

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free