Abstract
Stunting pada anak dapat berdampak negatif terhadap perkembangan kognitif, emosi, perilaku, pendidikan, bahkan produktifitas dan penyakit ketika mereka dewasa. Salah satu upaya menurunkan prevalensi Stunting adalah dengan meningkatkan Peningkatan pengetahuan Gizi dan ketrampilan olahan pangan fungsional bagi ibu dari Balita Stunting. Kegiatan ini dilakukan di Kelompok Keluarga di rumah Gizi Kecamatan Padang Timur, bekerjasama dengan Puskesmas Kecamatan Padang Timur. Hasil penelitian sebelumnya diperoleh bahwa kandungan Protein dan Mineral Nugget ber daun Kelor, sebagai salah satu inovasi olahan pagan, telah melebihi Standar Gizi sesuai PP Menkes RI Nomor 51 Tahun 2016 tentang Standar Produk Suplementasi Gizi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman mengenai gizi bagi orang tua. Sehingga di era digital ini, pendampingan orang tua yang memiliki baduta, terutama baduta dengan kejadian stunting perlu dilakukan, yaitu berupa literasi digital mengenai standar gizi balita dan pelatihan olahan pangan untuk meningkatkan massa tubuh Balita. Metode penerapan teknologi dilakukan 3 tahapan: 1) Sosialisasi; 2) Pelatihan, dan 3) Evaluasi. Hasil Evaluasi pemberian pengetahuan dan pelatihan kepada ibu Balita stunting, terjadi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan Ibu-ibu Balita stunting sebesar 86,67%. Pelatihan terhadap Ibu-ibu balita stunting mengenai inovasi olahan pangan berdaun kelor berupa nugget, bakso dan tahu Fantasi, sebagai makanan tambahan bagi Balita stunting telah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan Ibu-ibu sasaran program secara signifikan.Stunting gives negative impacts for children’s cognitive developments, emotions, behaviors, education, productivity, and disease when they grow up. Hence, one of the efforts to reduce the prevalence of stunting is to increase nutritional knowledge and functional food processing skills for stunted toddlers’ mothers. This activity was applied in the Family Group at the East Padang District Nutrition House collaborating with the East Padang District Health Center. The previous research findings showed that the Protein and Mineral of Moringa leaf Nuggets, one of the processed food innovations, has exceeded the nutritional standards according to the Republic of Indonesia Minister of Health Regulation Number 51 of 2016 concerning Nutritional Supplementation Product Standards. The purpose of this activity is to increase the parents’ understanding of nutrition. Because of this digital era, it is needed to educate and assist stunted toddlers’ parents through digital literacy regarding nutritional standards for toddlers and food processing training to increase toddlers' body mass. There are three stages done in applying technological methods are 1) Socialization; 2) Training; 3) Evaluation. The evaluation’s result of providing knowledge and training to stunted toddlers’ mothers is that the knowledge and skills of stunted toddlers’ mothers is increased by 86.67%. In short, training for stunted toddlers’ mothers regarding innovations in Moringa leaf food processing that are nuggets, meatballs and Fantasy tofu, additional food for stunted toddlers, has significantly increased mothers’ knowledge and skills.
Cite
CITATION STYLE
Suhaemi, Z. Z. S., Zahmi, A., S.Kom., M.Kom, S. S., Mayuasti, M., & Firdaus, F. (2024). IMPLEMENTASI INOVASI OLAHAN PANGAN YANG MENGGUNAKAN DAUN KELOR GUNA MENINGKATKAN MASSA TUBUH BALITA STUNTING DAN LITERASI GIZI SECARA DIGITAL. Jurnal Hilirisasi IPTEKS, 7(1), 53–61. https://doi.org/10.25077/jhi.v7i1.747
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.