Abstract
Saat ini, sosok ahli agama yang mendapat anugrah sebagai ulama kharismatik dan berpengaruh kuat dalam masyarakat sudah semakin berkurang, padahal sarjana fakultas agama yang dianggap sebagai ahli agama masa kini dipastikan semakin bertambah banyak. Jika keahlian mereka dalam bidang agama dapat diakui secara akademik, lalu mengapa masyarakat tidak ikut mengakui mereka sebagai ulama kharismatik.Apa sebenarnya yang menjadi penentu terbentuknya kharisma ulama, dan bagaimanakah cara untuk memperolehnya? Hal inilah yang diteliti dalam diri KH.Hamrain Kau di Gorontalo dengan pendekatan deskriptif kualitatif, yang kemudian mengungkap bahwa KH. Hamrain Kau memperoleh gelar sebagai pemimpin spiritual dalam masyarakat bukan hanya karena keahliannya dalam bidang agama, tetapi yang menjadi penentu adalahpengamalan ilmunya yang ia bangun secara konsisten dan ikhlas, mulai dari karakternya sebagai penuntut ilmu yang gigih, pekerja yang ulet, pengajar yang tulus dan rela berkorban demi misi mengamalkan ilmunya, serta sebagai orang yang bijak dalam menghadapi problematika umatnya, kesemuanya terangkum menjadi sebuah kebiasaan hidup yang kemudian mengukuhkannya menjadi salah satu ulama kharismatik di Gorontalo.
Cite
CITATION STYLE
Subair, M. (2016). ULAMA KHARISMATIK KH. HAMRAIN KAU ANUGRAH ATAS ILMU DAN AMALNYA. Al-Qalam, 21(1), 45. https://doi.org/10.31969/alq.v21i1.209
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.