Abstract
Tenaga kerja aktif di Indonesia sedang didominasi oleh generasi milenial, namun karyawan milenial memiliki karakteristik yang cenderung tidak loyal dan mudah berpindah kerja ketika kebutuhan mereka tidak terfasilitasi. Penelitian terdahulu menunjukkan salah satu kebutuhan utama mereka adalah keseimbangan antara kehidupan pribadi dan kerja. Dari permasalahan tersebut, dirumuskan hipotesis mayor work autonomy mempengaruhi loyalitas karyawan milenial dengan work-life balance sebagai mediator. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatf dengan pengumpulan data menggunakan skala work autonomy yang dikembangkan oleh Breaugh (1999), skala work-life balance yang dikembangkan oleh Fisher, dkk (2009), dan skala loyalitas karyawan yang dikembangkan oleh Dutta dan Dhir (2021). Penelitian ini merupakan total population study dengan 288 responden dari PT MF. Hasil penelitian menunjukkan work-life balance tidak dapat memoderatori pengaruh work autonomy terhadap loyalitas karyawan milenial (p>.05), dikarenakan responden penelitian mayoritas karyawan laki-laki yang memandang work autonomy sebagai cara untuk meningkatkan loyalitas dan bukan work-life balance karena perannya sebagai tulang punggung keluarga.
Cite
CITATION STYLE
Taufick, A. L. K., & Kurniawan, J. E. (2023). Pengaruh Work Autonomy terhadap Loyalitas Karyawan Generasi Milenial dengan Perantara Work-Life Balance. Psychopreneur Journal, 7(2), 120–127. https://doi.org/10.37715/psy.v7i2.3634
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.