Status Konservasi dan Pelestarian Habitat Kucing Merah (Catopuma badia) di Hutan Kalimantan

  • Azzahra T
  • Dwinta Buntar A
  • Pradipta Arya G
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
16Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki keanekaragam faunanya. Di Pulau Kalimantan terdapat sebuah hewan endemic yang keberadaannya sangat langka dan terancam punah yaitu kucing merah. Kucing merah kalimantan atau Borneo Bay Cat (Catopuma badia) merupakan jenis kucing liar yang dilindungi di Indonesia. Sebaran kucing ini ditemukan juga di sebelah utara kalimantan yakni Sabah dan Serawak wilayah Malaysia, serta di hutan yang masuk wilayah Indonesia. Kucing merah memiliki bulu berwarna merah kastanye yang gelap dan berbintik samar, kepala yang pendek bulat dengan warna coklat jingga. Telinga kucing ini berwarna hitam atau coklat tua, dan pada ekor bergaris putih dengan bintik hitam di ujung ekor. Sampai sekarang populasi kucing ini tidak diketahui dan dikategorikan dalam status konservasi endangered (terancam punah) oleh IUCN (International Union for Conservation of Nature's) Red List. Berdasarkan statusnya, kucing merah kalimantan tengah menghadapi resiko kepunahan di alam liar. Statusnya Genting [Endangered/EN]. Permasalahan utamanya adalah minimnya informasi penelitian terkait ekologi dan biologinya. Hal yang tentunya sangat berpengaruh pada upaya konservasi.

Cite

CITATION STYLE

APA

Azzahra, T. A., Dwinta Buntar, A., Pradipta Arya, G., Adistya Rahmaniar, V., & Suryanda, A. (2024). Status Konservasi dan Pelestarian Habitat Kucing Merah (Catopuma badia) di Hutan Kalimantan. Berkala Ilmiah Biologi, 15(1), 57–63. https://doi.org/10.22146/bib.v15i1.8642

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free