Abstract
Televisi merupakan media mainstream yang mampu bertahan di tengah himpitan media on line. Perkembangan televisi terjadi sampai di daerah, sehingga memunculkan televisi lokal. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) telah mengatur prosedur penayangan televisi lokal pada UU Penyiaran No. 32/2012 dan P3 SPS . Dimana televisi lokal memiliki peran untuk mengembangkan potensi daerah. Fokus penelitian ini pada potensi dan pesan promosi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dikbudpar) Kota Malang. Selain itu juga menggali perspektif televisi lokal dalam memahami konten lokal, yang nantinya kedua konsep tersebut akan dijadikan sebagai rujukan untuk mendesain konsep tentang konten lokal pada televisi lokal untuk mengembangkan wosata kuliner Kota Malamg. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif. Untuk mendapatkan data peneliti bekerja sama dengan informan dari Dikbudpar Kota Malang serta televisi lokal di Malang. Data tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan interactive model Miles dan Huberman serta analisis domain Spradley. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan masukan bagi pemerintah Kota Malang dan media televisi lokal tentang desain konsep konten lokal yang dapat digunakan untuk mengembangkan wisata kuliner Kota Malang.
Cite
CITATION STYLE
Setiyaningsih, L. A. (2016). DESAIN KONSEP TENTANG KONTEN LOKAL PADA TELEVISI LOKAL UNTUK MENGEMBANGKAN WISATA KULINER KOTA MALANG. Jurnal Nomosleca, 2(2). https://doi.org/10.26905/nomosleca.v2i2.1198
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.