Nilai Islam dalam Akulturasi Kebudayaan (Studi terhadap Tradisi Ruwatan Rambut Gimbal di Kabupaten Wonosobo)

  • Hermawan D
N/ACitations
Citations of this article
67Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Sebelum Islam masuk ke Wonosobo, pengaruh budaya Hindu dan Budha mengakar pada tradisi dan kepercayaan masyarakat Wonosobo. Meskipun Islam telah berkembang dan maju di Wonosobo, ada beberapa budaya dan kepercayaan tradisional yang masih dilestarikan oleh masyarakat Wonosobo. Adanya budaya-budaya tersebut menyebabkan Islam sebagai pendatang baru dapat selaras dengan budaya-budaya yang ada. Akibatnya terbentuklah Islam tradisional, yaitu Islam yang telah berakulturasi dengan budaya dan kepercayaan sebelumnya. Salah satu budaya tersebut adalah ritual pernikahan   tradisional   Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji akulturasi budaya lokal dalam pandangan Islam, khususnya ritual pernikahan adat Jawa. Data untuk penulisan ini diperoleh melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa   tradisi   dan   budaya Wonosobo yang berakulturasi dengan budaya Hindu-Budha, seperti   Ritual   Ruwatan Rambut Takut. Sedangkan menurut perspektif Islam, melakukan berbagai ritual seperti Ritual Ruwatan Gimbal yang dipraktikkan di Desa Batur, Dieng, Wonosobo merupakan kasus yang melanggar akidah Islam.

Cite

CITATION STYLE

APA

Hermawan, D. (2022). Nilai Islam dalam Akulturasi Kebudayaan (Studi terhadap Tradisi Ruwatan Rambut Gimbal di Kabupaten Wonosobo). De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, 2(9), 354–360. https://doi.org/10.56393/decive.v2i9.1676

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free