Abstract
Berkembangnya dunia global secara tidak langsung sudah menggeser makna kebudayaan lokal di dalam masyarakat. Dengan masuknya sistem kerja dan pemikiran yang lebih modern menjadikan sistem hidup masyarakat yang tradisional sudah berganti. Meskipun gaya hidup masyarakat menjadi lebih modern, bukan berarti kebudayaan lokal yang tradisional tidak dilestarikan dan ditinggalkan begitu saja. Kajian ini dilakukan dengan tujuan untuk memahami pelestarian budaya lokal melalui Pekan Gawai Dayak di Kabupaten Sintang. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan studi literasi. Melalui studi literasi, peneliti mengumpulkan informasi-informasi yang relevan dari berbagai sumber, seperti jurnal, portal berita dan media sosial. Hasil kajian menemukan bahwa, Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang bersama Dewan Adat Dayak Kabupaten Sintang melakukan pergelaran budaya berupa Pekan Gawai Dayak sebagai salah satu upaya pelestarian budaya lokal. Dalam pelaksanaannya, Pekan Gawai Dayak menyajikan berbagai kegiatan budaya lokal masyarakat Dayak di Kabupaten Sintang. Upaya pelestarian budaya lokal bukan hal yang tidak mungkin dilakukan, karena antusias masyarakat selalu tinggi setiap Pekan Gawai Dayak dilaksanakan. Maka dari itu, perlu inovasi dan pembenahan lokasi kegiatan guna mendorong partisipasi masyarakat sebagai peserta dan penikmat pergelaran budaya oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang.
Cite
CITATION STYLE
Emiliani Nindy Diana Rusega Sim. (2024). PELESTARIAN BUDAYA LOKAL MELALUI PEKAN GAWAI DAYAK DI KABUPATEN SINTANG. FOKUS : Publikasi Ilmiah Untuk Mahasiswa, Staf Pengajar Dan Alumni Universitas Kapuas Sintang, 22(2). https://doi.org/10.51826/fokus.v22i2.1218
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.