Abstract
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengungkap bagaimana proses pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama di Sekolah Luar Biasa (SLB) serta mengungkap faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama di Sentra Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK/PLK) Kab. Gorontalo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun dengan fasilitas pembelajaran yang sangat terbatas, proses pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama tetap berpedoman pada kurikulum Diknas, dengan menggunakan metode ceramah, demonstrasi, dan tanya jawab berdasarkan silabus yang diaplikasikan melalui RPP. Tenaga pendidik (guru agama) menggunakan metode pembelajaran pendidikan agama berdasarkan disabilitas dengan mengintegrasikan proses pembiasaan dan kreatifitas guru sebagai pelaksanaan pola pendidikan yang sesuai dengan karakter anak berkebutuhan khusus. Pola ini melahirkan output yang mengantarkan anak berkebutuhan khusus dalam memahami dan meyakini adanya Tuhan, mengenal kitab-kitab Allah, melaksanakan ibadah (shalat dan puasa), serta berperilaku yang terpuji. Pemahaman pendidikan agama diperkuat lewat bimbingan rohani, sedangkan proses pembentukan perubahan perilaku peserta didik dominan tercipta lewat pembelajaran/pembinaan yang dilaksanakan di luar kelas.
Cite
CITATION STYLE
Arsyad, Abd. R. (2016). PENDIDIKAN AGAMA PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SMPLB SENTRA PENDIDIKAN KHUSUS DAN PENDIDIKAN LAYANAN KHUSUS. Al-Qalam, 20(1), 161. https://doi.org/10.31969/alq.v20i1.168
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.