Hubungan Antara Self Efficacy Dengan Resiliensi Pasca Kematian Orangtua Pada Siswa Kelas X MAN 2 Kota Semarang

  • Fitri B
  • Suhendri S
  • Widiharto C
N/ACitations
Citations of this article
10Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keadaan siswa yang memiliki orangtua tunggal karena kematian. Dimana dalam perkembangan seorang remaja membutuhkan sosok orangtua yang melindungi dan mendampingi perkembangan anak. Hal ini menyebabkan  siswa kehilangan arah hidup serta kehilangan role model dalam kehidupan sehari hari. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara self efficacy dengan resiliensi pasca kematian orangtua. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Metode penelitian menggunakan expost-facto dengan jenis pendekatan korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah pesera didik kelas X MAN 2 Kota Semarang yang memiliki orangtua tunggal karena kematian dengan jumlah 25 siswa. Berdasarkan hasil penelitian dengan anlisis  uji korelasi product moment diperoleh nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000<0,05 yang berarti bahwa Ha diterima dan Ho ditolak dan menyatakan bahwa terdapat hubungan antara self efficacy dengan resiliensi. Koefisien korelasi diperoleh nilai 0,801 dengan taraf berarah positif. Artinya semakin tinggi tingkat self efficacy maka semakin tinggi pula resiliensi.

Cite

CITATION STYLE

APA

Fitri, B. N., Suhendri, S., & Widiharto, Chr. A. (2025). Hubungan Antara Self Efficacy Dengan Resiliensi Pasca Kematian Orangtua Pada Siswa Kelas X MAN 2 Kota Semarang. GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING), 8(1), 59–66. https://doi.org/10.33627/gw.v8i1.3157

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free