Abstract
Olahraga berkuda mulai berkembang di Gorontalo pada era 1980-an ketika masih menjadi bagian dari Sulawesi Utara. Kala itu olahraga berkuda menjadi olahraga bergengsi di Gorontalo serta memiliki berbagai prestasi di kejuaraan nasional akan tetapi sarana dan prasana yang kurang memadai membuat prestasi olahraga berkuda di Provinsi Gorontalo mengalami penurunan prestasi sampai saat ini. Arena pacuan kuda ini dirancang sesuai dengan dengan fasilitas standar nasional yang dapat menunjang prestasi olahraga berkuda di Provinsi Gorontalo dengan menggunakan metode analisis yang memperhatikan pengguna serta kesesuaian objek dengan pendekatan arsitektur biomimetik yang memberikan sentuhan alam pada bangunan dari segi bentuk dengan menganalogikan sebuah kuda dengan penggunan material terbarukan yang tidak mengeksploitasi alam. Bentuk seekor kuda pada bangunan tribun penonton yang menggunakan sistem struktur space frame dengan lengkungan struktur baja yang di ekspose sehingga dapat memberikan kesan visual yang kuat bagi pengunjung
Cite
CITATION STYLE
Baderan, S. A. W. K., Arifin, S. S., & Ernawati, E. (2022). PENERAPAN ARSITEKTUR BIOMIMETIK PADA ARENA PACUAN KUDA YOSONEGORO DIKABUPATEN GORONTALO. JAMBURA Journal of Architecture, 4(2), 34–37. https://doi.org/10.37905/jjoa.v4i2.15436
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.